Yogyakarta Trip 2017 [Day 2] – Hanging Out with Insanity

Dalam sejarah berpergian, gue cenderung sering bergonta-ganti partner. Konsep ‘yang penting ada temen’ menjadi pertimbangan buat jalan-jalan walaupun kenalnya belum begitu lama. Masing-masing dari mereka mempunyai alasan tersendiri kenapa gue menikmati perjalanan bersama, tidak terkecuali sama Dita dan Asa. Selain karena kami sobat kental yang sering hangout bareng, ada hal-hal yang gue nggak bisa dapat ketika gue jalan dengan teman-teman selain mereka yakni kegilaan kami ketika berpapasan dengan pria-pria ganteng.

Take one as an example when we came across one of the staff of Puri Pangeran Hotel where we stayed for three nights. Malam pertama kami sampai di Hotel disambut oleh pria berperawakan sedang, tidak terlalu tinggi, ganteng juga biasa aja, but he looks cute. Tipe-tipe wajah yang seharusnya biasa ditemui dijalanan kota Meksiko daripada di meja resepsionis salah satu hotel di kota Yogyakarta. Tentunya pas kami berinteraksi untuk mengurus pemberkasan hotel gue sama Asa yang sama-sama berada di meja resepsionis hanya bisa saling tatap dan membaca respon masing-masing. Kekaleman kami di depan Mas resepsionis itu langsung buyar tatkala kami keluar menuju kamar kami (area resepsionis dan kamar-kamar memang terpisah). Continue reading

Advertisements

Yogyakarta Trip 2017 [Day 1] – Mendaki Gunung Lewati Lembah

IT HAS BEEN FOUR YEARS.

Terakhir kali gue ke Yogyakarta itu di tahun 2013 saat gue dan teman-teman satu kelas dari kampus memutuskan untuk ‘ngabur’ setelah kami menyelesaikan tiga bulan penuh stres menjadi guru magang di sekolah-sekolah pilihan kami. Kunjungan pertama gue ke Yogya sebenarnya tahun 2005 ketika Karya Wisata SMP. Terhitung sudah dua kali mengunjungi Kota Pelajar dan tahun ini merupakan ketiga kalinya. Bosen? Nah. There are always reasons to go to Yogyakarta.

 

Kali ini gue pergi sama Dita dan Asa, my two best buddies from office. Alasannya sederhana, we’ve been friends for more than a year, but we’d never had a chance to go on a trip together. When I mean together, I mean the three of us karena selama nge-trip kalo nggak gue-Asa, gue-Dita, atau Asa-Dita. Yogya dipilih karena di tanggal yang sama Dita hendak main ke sana dan dia mengiyakan proposal gue dan Asa untuk ikut. We set the date, we bought the tickets, we waited for two months when we finally arrived on D-Day. But like people always say, nothing worth having comes easy. Let me take you a while back. Continue reading

Sehari Berkeliling Banjarharjo

Blog - IMG_4829

Sebagai penduduk kelahiran asli Brebes tidak banyak tempat wisata yang gue kenal dan kunjungi di tanah kelahiran gue tersebut lantaran hanya bisa pulang seminggu dalam setahun semenjak 2006 lalu. Boro-boro ke  Guci, Baturaden, atau Pantai Alam Indah, ke Pangebonan yang kata orang-orang lumayan deket aja gue belum sampai. Maklum desa kelahiran gue, Tiwulandu, yang ada di Kecamatan Banjarharjo terletak sekitar 50 KM dari pusat Kabupaten Brebes. Tidak banyak tempat wisata alam di sana karena wilayahnya kebanyakan dataran rendah. Namun ternyata belakangan daerah di sekitaran Banjarharjo pun mulai banyak tempat wisata baik itu berbentuk wisata alam maupun buatan manusia. Tiga hari setelah lebaran, gue berkesempatan mengunjungi tempat-tempat keren yang sebelumnya nggak pernah bisa gue jangkau yakni Jumbleng View, Waduk Malahayu, dan Cawiri. Berikut adalah ulasan dari beberapa tempat tersebut.

Continue reading

An Unplanned Visit to Waduk Penjalin

IMG_4662

Dari sebelum lebaran, Bapak sudah menawarkan mau jalan-jalan ke mana ketika lebaran menginjak hari ke dua. Ide gue dan Mamah sih pengen mengunjungi Guci yang ada di Tegal atau Baturaden yang terletak di Purwokerto. Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk ke Baturaden. Tadinya kami akan di-guide oleh salah satu sepupu gue, tapi dia membatalkan beberapa jam sebelum berangkat karena satu hal dan yang lainnya. Sementara tanpa sepupu gue, nggak ada yang tahu Baturaden itu jalannya kemana. Akhirnya dengan modal nekat dan Google Maps, kami berangkat jam 9 pagi dari rumah. Continue reading

Bangkok Trip 2017 – Chatuchak Weekend Market

IMG_4301

Nggak enaknya nonton konser berskala internasional itu ya ketika sebelum dan sesudah eventnya. Ngantri nggak berkesudahan. Malamnya setelah konser kami masih harus berjuang jalan kaki sejauh 0,5 – 1 km untuk mencari kendaraan pulang karena macet dan penguna taksi mendadak ramai. Agak nyesel juga nggak nginep di deket Stadion Rajamangala karena para supir taksi menetapkan tarif yang lumayan bikin kantong miskin. Untungnya Caesar dan Melvin jadi penyelamat kami malam itu sampai kami tiba di penginapan jam 2.30 dan semua itu berdampak pada kegiatan esok harinya dimana kami bangun jam 8 pagi. Masih hangover ceritanya, jadi bangun juga seenak udel sembari masih senyum-senyum. Jangan-jangan semalem juga gue senyum tidurnya. Continue reading

Bangkok Trip 2017 – Jim Thompson House

 

 

IMG_4200

Motivasi kami sesungguhnya ke Bangkok memang untuk menonton Konser Coldplay, tapi kami juga mesti menjadi turis dengan memanfaatkan slot waktu kosong dengan sebaik-baiknya meski menonton konser dengan segala keribetannya saja sudah lumayan makan waktu kurang lebih seharian. Di hari H pun kami yang tidak akan buru-buru ke stadion karena tiket kamipun toh tribun memutuskan untuk berkunjung ke Jim Thompson’s House. Continue reading

Bangkok Trip 2017 – Coldplay Pre-Show

20170406_222541

Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian

It wasn’t always easy getting to the point where we wanted. Untuk ukuran konser skala internasional pertama yang gue hadiri di negeri orang, proses kesana-kemarinya ternyata cukup rumit, memakan waktu, juga penuh drama. Mulai dari drama nggak kebagian tiket di Singapore, kebeli tiket dua buat show di Bangkok, sampe antri panjang buat penukaran tiket ke tiket fisik mewarnai petualangan gue buat sampai di Rajamangala Stadium di hari Jum’at, 7 April 2017.

download

Continue reading