Bitterly Beautiful

Ever since my boyfriend broke me up in the night of our two years anniversary which was three years ago, there was no day that went by without realizing that I needed to feel again, to be loved, to have someone that was constantly there for the woman that deserved him. Loneliness that I felt these past few years nearly froze the heart that was once warm. I completely understood that loneliness could kill someone even when she kept saying she was okay and happy being single. It was a pathetic thought, I knew, but that was the only thing keeping me survive in this hard time. Just when I thought nobody wanted me, somebody came filling in a hole that was once left by some asshole in the past.

Continue reading

When Hearts Speak

Suara klakson yang terdengar begitu kencang berhasil membangunkan Riani yang sedari tadi tertidur pulas di sepanjang perjalanan Jakarta – Bandung yang sedang ditempuhnya. Matanya yang masih sayu lantas melirik ke jendela untuk melihat penyebab kegaduhan yang ditimbulkan oleh sang supir bus DAMRI Bandara yang sedang dia tumpangi. Rupanya kemacetan sudah terbentuk bahkan satu kilometer menjelang pintu gerbang keluar Tol Cipularang. Bandung memang selalu menjadi primadona manusia-manusia yang ingin melepas kejenuhan yang ditemui di kegiatan sehari-harinya. Mereka yang pada hari-hari biasa ‘memacetkan’ Ibukota seolah hendak memindahkan kemacetan itu ke Bandung dengan berbondong-bondong mengunjungi Kota Kembang dengan kendaraan masing-masing. Lalu senyum tersungging begitu saja di bibirnya saat dirinya sadar betapa dia merindukan suasana kacau yang ditimbulkan oleh kemacetan yang sudah lama tidak dia temui. Continue reading

Interview with a Consultant

My career as a journalist began when I was finally hired by one of the well-respected monthly magazine, The Carrington, as one of their investigative journalist. Althought the reason I became a journalist wasn’t matched with the job I was given, I kept saying to myself to give it a shot. As I began working with them, I also began persuading my editor with a lot of sport related articles I had made before so she could see me for what kind of journalist I really was, a sports journalist.

After a year working as investigative journalist, I realized I had made a wrong decision by giving myself a hope that one day my editor would put me in the position that I was crafting for so long. I was tired and almost gave up when I worked on my resignation letter more than making news content to be published. When my editor asked me to conduct an interview with a person who became the talks of local society in Merlyn, I promised to myself that this would be the last job I took in this magazine.

Merlyn is a small city in Los Angeles suburb where its population was not more than 5000. Recently, this small city was shocked by a phenomenon of a girl who could recover the dead people’s memory. The last thing people heard about her was that she was recruited by the local Police Force to help them solve homicide cases as a consultant. This girl was the subject of my last interview for The Carrington.
Continue reading

Bloodlines

            Mereka bilang ini takdirku. Takdir yang sudah sedari kecil mengalir di dalam aliran darah yang terus memompa jantungku selama nyaris 28 tahun. Tidak ada jalan keluar untuk menghindari apa yang akan segera terjadi, begitu orang-orang biasanya mengingatkanku. Sekuat apapun aku berlari menjauhi takdirku, aku selalu mendapati diri sedang menjalani jalan berbeda dengan tujuan yang sama. Hidupku seperti labirin besar yang hanya mempunyai satu jalan keluar. Satu-satunya jalan yang membuatku sekarang berdiri diantara pilihan yang cukup sulit untuk dibuat.

Di depan sana ada seseorang yang sangat akrab wujudnya dimataku, namun terasa begitu asing saat aku menatap langsung matanya dan hanya pancaran kebengisan yang aku dapatkan. Dia adalah bagian dari darah dagingku, separuh jiwaku yang nyaris tidak terpisahkan kala dirinya masih bertahan dengan apa yang dia yakini. Sama seperti apa yang aku lakukan, dirinya berusaha mati-matian untuk menghindari takdir yang seolah sudah digariskan untuknya bahkan sebelum dirinya menjadi makhluk fana yang dilahirkan ke dunia. Namun sekeras apapun usahanya untuk lari dan bersembunyi dari takdir, jalan hidupnya akan selalu mengarah kepada satu tujuan besar.

Continue reading

I, Sherlock Holmes, and The Red Treasure Adventure

Mr. Potato3

Behind me is the logo of my Red Treasure

Aku baru saja menyelesaikan sarapanku di salah satu kedai kopi di suatu sudut kota London. Dengan mata yang masih merah akibat jam tidur yang berantakan, aku menatap The Eye sebagai pemandangan megah yang membuat kedai kopi sederhana ini banyak diminati para warga lokal maupun wisatawan. Aku menyeruput setengah cangkir capuccino yang aku pesan untuk melengkapi sarapanku dan menghangatkan tubuhku yang tidak terbiasa dengan udara dingin kota yang baru kali ini aku sambangi.

Musim sudah nyaris berganti ketika hangatnya cahaya matahari tidak bisa mengalahkan gigitan angin yang kerap membelai daun-daun tua dipohon sepanjang taman yang aku lalui saat beranjak dari hotel sederhanaku ke kedai kopi sederhana ini. Sejenak aku merenung mempertanyakan tujuanku yang semu dengan berada di salah satu belahan dunia asing ini. Ayah sempat menentangku ketika aku hendak mengikuti naluriku untuk mengejar apa yang menurutnya absurd. Continue reading

Biarkan Hujan Turun

(Photo was taken from Google)

Senja di bulan Desember tidak pernah dirasa bersahabat bagi sebagian penduduk Jakarta. Hujan yang tiada henti dan hampir terjadi setiap hari membuat setiap individu yang beraktifitas di kota metropolitan ini kerap kali resah jika mendung telah menyelimuti langitnya. Belum lagi kemacetan yang bisa menahan para pejuang keluarga berjam-jam di jalanan.

Hal yang berbeda dirasakan oleh David. Perasaan dirinya ketika hujan tidak sejalan dengan apa yang dirasakan oleh kebanyakan penduduk Jakarta. David menemukan apa yang tidak akan pernah menjadi miliknya didalam setiap butiran rintik hujan.

Saat itu seperti biasa David sedang menunggu di halte bus sepulang kerja di kawasan Setiabudi. Langit yang mendung menahannya untuk tetap duduk di halte itu meski berkali-kali bus yang menuju kawasan tempat tinggalnya sudah melintas. Ada sesuatu yang ditunggunya dengan duduk tenang di sana. Rintikan air hujan yang akan membawanya pada kenangan-kenangan bersama Continue reading

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir

https://win9winchester.files.wordpress.com/2013/11/fb847-673914_j0341499.jpg

Why are you so hard to get?

Tak ada hidup yang tak mudah. Begitu yang biasa ayah katakan ketika aku kerap terjatuh saat belajar bersepeda untuk pertama kalinya. Ketegasannya dalam mengucapkan kalimat itu begitu melekat di hatiku bagaikan kertas yang ditempelkan dengan lem yang rekatannya paling kuat di segala jenis medium. Maka saat cobaan hidup menghantamku bertubi-tubi, aku berusaha untuk bangkit seperti apa yang ayah ajarkan sewaktu kecil dulu.

Lain halnya dengan Ibu. Tanpa ucapan, tanpa himbauan, Ibuku mengajarkan kesabaran tanpa batas melalui perbuatan disepanjang hidupnya mengurus keluarga. Kesabarannya menunggu ayah sampai ketitik kesuksesannya sampai tahap menunggu anak yang diurusnya sedari kecil untuk menunju tangga kesuksesan yang melebihi ayahnya adalah contoh kesabaran sejati. Aku tahu dia lelah, tetapi suaranya di ujung telepon ketika berbicara dan menenangkanku tidak pernah menunjukannya. Maka ketika hidup memberikan serangkaian peristiwa yang menuntut kesabaranku, aku selalu menatap wajah ibu melalui selembar foto yang aku simpan untuk mengingatkanku bahwa ini bukan apa-apa dibanding dengan yang sudah ibu alami.

Entah sudah berapa lama aku duduk di kursi berlengan besi di depan ruangan yang ramai pengunjung ini ketika aku mengingat ayah dan ibu dan nyaris menangis karena kerinduan yang tak tertahankan ini. Kerinduan yang nyaris pudar karena bercampur dengan dendam Continue reading