Coldplay – A Head Full of Dreams Asia Tour 2017

20170407_225955

Coldplay, Stage, Fireworks, Singing along = Perfection

A sing along party with a spectacular light show

Sebelum gue cerita tentang apa yang gue alami pada salah satu Jum’at paling bersejarah di hidup gue, gue perlu bikin pengakuan. I am not Coldplay’s biggest fan. Gue tahu banyak lagu mereka, tapi ada juga beberapa lagu mereka yang gue nggak hafal. Bahkan lagu apa dan berasal dari album mana aja kadang gue nggak ngeh. Be my guess if you want to judge me, tapi Coldplay ada di The List of Five yang gue bikin untuk daftar band-band dalam dan luar negeri yang wajib gue tonton dalam live performance setidaknya sekali dalam seumur hidup. I found a chance to cross one more band on my list after One Republic in 2013 in Coldplay’s A Head Full of Dreams Asia Tour 2017. Continue reading

Cinta Satu Malam

Arini menatap layar komputer kantornya dengan serius seraya menyalin tulisan yang ada dikertas disampingnya kedalam bentuk digital. Matanya begitu bergairah untuk menyelesaikan laporan bulanan yang setiap akhir bulan biasanya dikerjakan dengan malas dan terburu-buru. Mulutnya mengeluarkan nyanyian yang ditirukan dari apa yang sedang didengarnya. Pekerjaan yang begitu dibenci dan selalu dikerjakannya dengan setengah hati kali ini begitu serius ditekuninya. Bahkan dia rela lembur sampai nyaris jam sepuluh malam dikantornya yang sudah lumayan sepi.

Sedikit lagi selesai, dan gue bisa bebas bersenang-senang diakhir pekan ini, pekiknya dalam hati dengan senyuman yang menggebu sambil sesekali mengalihkan pandangan dari layar komputernya ke sebuah brosur yang sengaja dia cetak dan tempel di meja kerjanya. Lagu yang sedari tadi ditirukannya semakin kencang dia nyanyikan. Lagu itu merupakan salah satu dari lagu-lagu yang sedang dihafalkan untuk kesenangan pribadinya Sabtu ini.

Brosur yang dia tatap merupakan brosur dari perayaan tahunan Guinness Arthur’s Day yang biasanya diisi oleh konser musik. Tahun ini mereka membawa grup band Club 8 dari Swedia, Mew dari Denmark, dan OneRepublic dari Amerika. Grup band terakhir yang disebutkan merupakan grup band yang lagu-lagunya sering Arini dengarkan dikesehariannya. Arini sudah lama menantikan kehadiran mereka di Jakarta sejak dirinya melewatkan konser terakhir mereka tahun 2007 silam karena masih belum cukup umur untuk diijikan berpergian dimalam hari oleh orang tuanya. Pada tahun itu juga Arini meratapi diri sendiri saat mereka melakukan konser dan berjanji pada dirinya sendiri jika OneRepublic mengadakan konser lagi di Jakarta, dirinya akan jadi yang pertama memesan tiketnya.

Setelah penantian selama enam tahun, akhirnya mereka berkunjung kembali ke Jakarta dan Arini tidak menyianyiakan kesempatan kali ini. Dia sudah memegang voucher tiketnya dari tiga bulan yang lalu sampai datangnya hari ini, H-1 menjelang konser mereka.

Hembusan napas lega dari mulutnya keluar ketika baris terakhir dari laporan bulanannya selesai diketik. Senyuman lebar lagi-lagi terlukis diwajahnya saat dia mengingat akan jadi seperti apa harinya besok. Tanpa pikir panjang, dia langsung merapikan apa yang telah dikerjakannya dan bersiap untuk pulang. Misi menyelesaikan laporan bulanan sudah selesai dalam dua hari, Continue reading

Photo: Guinness Arthur’s Day 2013 ft. OneRepublic

Image

Have a look to my photo collections of Guinness Arthur’s Day 2013 ft. OneRepublic. BEST NIGHT EVER! Sorry if some of them are a bit blurred. My hands were shaking. hehehehe.

Image

The main gate. We were waiting for almost two hours there. Oh, and it is forbidden for you who isn’t 21 years old. :p

 

Image

The ticket

 

Image

With Rissa and Kak Wendy, fellow OneRepublic fans. 😀

 

Image

Left to right: Me, Rissa, Kak Wendy, Nisa, and kak Kiki

 

Image

Ready to enter the main gate with Rissa, Kikin, and the guy from Medan whose name I forgot. :/

 

Image

I took this picture when I was standing in the line for the second gate. Getting nervous

 

Image

Me and Nisa got the perfect place to watch the concert, EXACTLY IN FRONT OF THE STAGE! It worth the speed I used to run to take the place. Hahaha

 

Image

That was me with full of excitement. 😀

 

Image

The people behind me. So crowded!

 

Image

FINALLY ONEREPUBLIC ON STAGE!!!!!

 

Image

The One and Only Ryan Tedder! (I am speechless)

 

Image

Ryan and the drummer, Eddie Fisher.

 

Image

Ryan never stopped moving while singing plus my hands wouldn’t stop shaking, so this was the best I could get.

 

Image

Left-Right: Drew, Brent, Ryan, and Eddie.

 

Image

This was when he sang Apologize with all that brokenhearted looking face. He was so cute though, and his voice was as beautiful as always. :’)

 

Image

It got ugly!!! Ryan’s excitement had increased! And so had the audience. I myself couldn’t stop screaming. =D

 

Image

Image

Image

Image

Ryan with his guitar for Good Life 😀

 

Image

This is Zach. Sorry for the blurred image.

 

Image

This was taken after encore. Ryan with his light standing mic and the whole band sang their last song, Feel Again and If I Lose Myself.

The finalle was awesome. Ryan got down from the stage and shook hands of the lucky audience who stood before the fences including me. It was an unbelievable moment that I could never forget for the rest of my life! I only took a few pictures during the show coz mostly I recorder their performance on videos for the documentary. I got out from the concert hall with loads of satisfaction and excitement. Surely it was THE BEST SATURDAY NIGHT EVER!

Image

Dewi, me, and Cecilia after OneRepublic finished their performance. What’s behind us? THE STAGE!

 

Image

Posed at the Arthur’s Guinness wall of fame.

 

Image

Kikin, Risa, and me posed at GAD photobooth.

 

Image

Oh, Ryan Tedder… Can’t wait to see you in the next tour in Jakarta.

 

Image

This hand was touched by Ryan Tedder. YES! RYAN TEDDER OF ONEREPUBLIC!!!

 

Image

Me, Rissa, kak Wendy, and Nisa. For the sake of our memory together.

 

Image

We were gathered for OneRepublic in one place without knowing each other before. Now we do, so thank you, OneRepublic! We will wait for this opportunity again one day. Be back soon! :’)

I hope you guys enjoy the pictures. 🙂

A Night to Remember – OneRepublic Live in Jakarta at Guinness Arthur’s Day 2013 (Part 2)

Image

Ryan Tedder on stage with his ‘darling’ 😀

Setelah tadi Counting Stars diawali oleh solo quitar Zach, selanjutnya giliran Ryan yang ‘pacaran’ dengan pianonya. Meminjam istilah Rissa, Ryan Tedder sama Pianonya itu mesra banget. Alunan pianonya membawa penonton bersendu ria dengan lagu Apologize. Ekspresi sedih Ryan kayak beneran. Keren banget deh! Dan lagu itu juga menjelang akhir di mashup dengan lagu Cry Me A River-nya Justin Timberlake, We Found Love-nya Rihanna, sama Same Love-nya Macklemore & Ryan Lewis. Honestly setelah itu gue nggak hafal urutan lagu yang bawain OneRepublic, gue Cuma inget mereka bawain Can’t Stop (falsettonya Ryan ajaib banget!), Preacher, Burning Bridges, Something I Need dan Marchin’ On. Untuk Preacher dan Burning Bridges, Kedua lagu yang dibawakan tersebut merupakan penampilan perdana mereka dalam live event. Hokinya double buat penonton di Jakarta!

Ada hal lucu yang diceritain Ryan diantara jeda lagu Preacher dan Burning Bridges. Dia bilang orang Indonesia itu nekat-nekat terutama kalo lagi bawa motor dijalan. Dia geli banget nyeritain motor yang jalan nyelip-nyelip diantara mobil. Dan jumlah motornya banyak banget. Kalo gue nggak salah dengar, terakhir kali mereka liat yang begituan itu di Naples. Penonton serempak ketawa. Ryan juga bilang kalo Jakarta itu indah. Dia nge-post foto pemandangan dari kamar hotelnya via twitter. Lagu terakhir setelah ngobrol sebentar, Good Life dibawain. Karaokean masal lagi!

Ketika personil OneRepublic pada ‘ngumpet’ dibalik panggung, penonton mulai meneriakan ‘WE WANT MORE’ dengan serempak. Dalam hati gue, akhirnya gue ngalamin masa-masa menjelang encore seperti ini. Akhirnya mereka balik lagi dengan lagu Feel Again dengan Ryan dan standing mic yang udah dikasih light stick. Kerumunan penonton pecah lagi sama nyanyian serempak mereka. Saat lagu yang benar-benar terakhir dibawakan which is If I Lose Myself, jingkrak-jingkrak penonton pun nggak bisa dihindari. Penonton semakin riuh dan histeris kala Ryan turun dari panggung dan menyalami penonton yang berada dipagar pembatas satu-satu, termasuk gue. It was an unbelievable moment. Gue nggak nyangka bisa nyanyi bareng dan salaman sama vokalis band yang hamper semua lagunya menemani hari-hari gue. Gue nyaris nangis disitu. Show diakhiri dengan taburan confetti, tepukan riuh penonton dan jeritan cewek-cewek yang masih histeris liat Ryan yang membungkuk kearah penonton, Eddie yang ngelempar drum stick-nya dan Drew yang ngelempar pick guitar-nya kea rah penonton juga Brent, Bryan, dan Zach yg mendekat ke tepi panggung.

Mereka luar biasa. Tata panggung yang apik, penampilan yang atraktif, music yang konstan, dan vocal Ryan yang stabil pantas mendapat applause dari semua penoton, baik mereka yang berniat menonton OneRepublic atau sebagian kecil penonton yang sebenarnya hendak menyaksikan Club 8 atau Mew. Apresiasi besar wajib disematkan untuk Ryan Tedder atas penampilannya yang super atraktif. Walau sering jejingkrakan kesana kemari, vokalnya tetap stabil. Tidak terdengar suara capek yang keluar dari mulutnya. Suara falsetto dan nada tingginya yang ajaib juga nggak bakal dilupain sama penonton yang hadir disitu. Gue jarang banget ketemu penyanyi cowok yang nada menyanyinya bisa meliuk-liuk kayak gitu. Aksi panggungnya yang sampai menaiki piano ketika memainkannya juga heboh banget. Ryan memang seorang musisi yang multi talent. Kayaknya dia hafal semua lagu punya musisi lain deh, termasuk Midnight City punyanya M83 dan mereka ngajak nyanyi semua penonton dengan lagu itu.

Malam itu merupakan malam yang nggak akan pernah dilupain sama gue dan seluruh fans OneRepublic di Indonesia.Gue meninggalkan pertandingan Manchester United vs Stoke City dan El Classico demi nonton OneRepublic. Gue mencoba melupakan kejadian kehilangan yang gue alami Rabu lalu. Gue juga rela kelaparan ketika nungguin mereka perform didepan panggung. Kaki dan bahu yang nenteng tas juga udah pegel. Belum lagi deg-degannya nungguin mereka perform. Namun semua hal yang gue rasain itu hilang dan terbayar lunas ketika OneRepublic mulai menggetarkan panggung. Satu fakta lucu yang gue temuin disana tentang diri gue sendiri, ternyata gue bisa mengeluarkan jeritan melengking macam cewek yang histeris ngeliat idolanya. Mungkin saking senengnya, jadi nature ceweknya keluar, hahahaha. Perasaan yang luar biasa bahagia gue rasain sepanjang konser dan setelah berakhirnya konser, dan sekarang perasaan senang itu muncul tiap kali gue dengerin lagu OneRepublic yang manapun. I am glad I could make it to their concert and had this wonderful experience with one of my favourite band. Cepat kembali, OneRepublic! I missed you guys already.

A Night to Remember – OneRepublic Live in Jakarta at Guinness Arthur’s Day 2013 (Part 1)

Image

OneRepublic live performance at Guinness Arthur’s Day 2013. AWESOME!

Entah apa jadinya gue kalau gue nggak ngikutin saran temen untuk tetep nonton konser OneRepublic dalam tajuk Guinness Artur’s Day Jakarta 2013. Mungkin kejadiannya nggak jauh beda sama pas gue nangis sesenggukan gara-gara nyesel nggak bisa nonton Linkin Park September 2011 lalu. Untungnya gue masih bisa purchased tiket dihari terakhir presale. Semenjak hari itu, gue nggak pernah berhenti mikirin tanggal 26 Oktober. Bakal seperti apa keseruan nonton konser live, secara ini pengalaman gue yang paling pertama kali. Ketakutan sebenernya sempet menghinggapi gue juga. Takut nggak punya temen buat berangkat dan pulang bareng, takut rusuh karena sponsornya bir, pokoknya segala ketakutan rookie yang baru pertama nonton konser semua gue rasain. Tapi semua ketakutan itu hilang pas hari H datang.

Berangkat bersama kak Wendy, Rissa dan Nisa yang kebetulan searah setelah janjian via twitter, kami sampai di Kemayoran sekitar jam 4.14 sore. Penonton masih sepi, tapi udah ada beberapa orang yang mulai ngantri didepan main gate. Karena kami sepakat untuk nonton dibarisan depan, kalau bisa paling depan biar bisa bersandar dipagar pembatas panggung, kami putuskan untuk ikut mengantri dibelakang mereka.

Perjuangan berat dirasain banget dipengalaman pertama gue nonton konser ini. Ternyata sebelum bersenang-senang dan bernyanyi sama band yang mau ditonton, tradisi dulu-duluan ngantri sambil berdiri berjam-jam itu wajib dijalani. Belum lagi lari-larian rebutan posisi paling depan ketika gate dibuka. Masya Allah, itu excited sekaligus nyeremin juga. Banyak orang-orang jatuh pas lagi lari-lari ngejar pagar depan panggung. Lucky me, gue segera lari gesit setelah gate dibuka dan dengan sigap meraih pagar pembatas panggung. GUE DAPAT TEMPAT PALING DEPAN!!!! Gue sendiri belum percaya kalo gue bisa ada disitu ditengah perebutan tempat strategis yang lumayan sengit. Konser pertama, dan langsung disuguhi the best spot. Gue sangat siap untuk menyambut Ryan Tedder dan kawan-kawan.

Setelah menunggu Club 8, band pertama yang tampil selama kurang lebih 90 menit, kami gelisah menanti siapa yang akan tampil selanjutnya. Promotor memang mengabarkan bahwa OneRepublic akan tampil setelah Club 8, tapi tirai putih yang menutupi panggung selama 20 menit untuk menunggu band selanjutnya tampil membuat kami nggak yakin. Ternyata tirai yang menutupi panggung itu bukan hanya berfungsi untuk menutupi anggota band yang sedang cek sound, tapi juga untuk mendramatisir aksi panggung. Ketika music dimainkan dan terdengar lagu Don’t Look Down, seketika penonton berteriak dan memohon untuk dibukakan tirai karena yang ada dibalik tirai itu benar-benar OneRepublic. Dramatisnya aksi panggung mereka nggak sampai disitu, lagu selanjutnya menampilkan banyangan mereka yang disorot cahaya beratus-ratus watt sedang berjingkrak-jingkrak menyanyikan lagu Light It Up. Keadaan tambah seru ketika tirai dibuka dan seluruh personil OneRepublic ada disana. Gue nggak bisa nahan diri gue buat nggak teriak sekenceng mungkin.

Dua lagu dari album baru udah dibawain, selanjutnya giliran dari lagi-lagu lama. Secrets menjadi lagu awal dari nostalgia album Waking Up dilanjut oleh All The Right Moves dengan performance luar biasa Ryan dengan pianonya. Kemudian disambung lagu dari album baru lagi, What You Wanted. Nggak banyak yang bisa nyanyi bareng, gue sendiri hafal reff-nya doank, haha. Karokean masal balik lagi ketika lagu Stop and Stare dibawakan. Gue masih belum percaya lagu yang sering gue nyanyiin disaat waktu senggang malam itu dinyanyiin bareng band aslinya. Aslik merinding banget! Karena setiap lagu habis lampu langsung dimatiin, penonton nggak tau kejutan apa yg menunggu mereka selanjutnya. Dan saat itu muncul Zach dengan penampilan solo guitarnya yang AMAZING! Show berlanjut tanpa jeda dengan Counting Stars. Kali ini nggak Cuma karokean masal, jejingkrakan masal beneran! Ryan atraktif banget dipanggung. He never stopped moving.

Setelah tadi Counting Stars diawali oleh solo quitar Zach, selanjutnya giliran Ryan… (continue to the next post)