MotoGP 2017 – Italian GP Review

Italian GP

Italian GP top three finishers (photo courtesy of motogp.com)

The Ducatis prevailed and proved themselves to be a worthy opponent.

Which Ducati though? Good question. Shall we talk about what has been going on all weekend?

Mengawali seri ke 6 di Mugello, Italia, kabar mengejutkan berhembus dari Valentino Rossi yang mengalami kecelakaan saat latihan Motocross dan harus dilarikan ke rumah sakit. Pembalap tuan rumah tersebut sempat diragukan tampil di seri di mana kebanyakan yang datang adalah ultras Rossi. Untungnya kekecewaan tersebut tidak terjadi karena Rossi dinyatakan diperbolehkan untuk membalap walau cedera yang dialaminya jauh dari kesembuhan.

Penampilan Rossi selama latihan bebas juga jauh dari kesan bahwa dirinya sedang menahan sakit mengingat dia sempat mencatatkan waktu terbaik di FP3. Hanya pada saat kualifikasi dirinya kalah cepat dari rekan satu timnya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales yang meraih pole position ke tiganya sepanjang musim. Kualifikasi hari Sabtu pun membawa Andrea Dovizioso dan Michele Pirro – pembalap wildcard Ducati asal Italia – menempati posisi ke tiga dan ke empat. Sementara pembalap Repsol Honda dan tim lain yang menggunakan Honda kembali mengalami kesulitan yang sama seperti yang mereka alami di GP Perancis dua pekan lalu. Dani Pedrosa harus mengawali balapan dari posisi lima dan di belakangnya adalah rekan satu timnya, Marc Marquez.

Selepas lampu tanda balapan dimulai padam, Rossi melesat memimpin balapan dengan sempurna diikuti oleh Vinales. Start sempurna juga ditunjukan oleh Jorge Lorenzo yang memulai balapan dari posisi sembilan dan langsung membuntuti kedua pembalap Movistar Yamaha tersebut. Di belakangnya mengekor Dovi dan Marquez. Aksi saling salip yang bahkan membuat penonton layar kaca seperti gue deg-degan setengah mati terjadi di lap-lap awal antara ketiga pembalap terdepan. Lorenzo yang mengandalkan slipstream dan kecepatan Ducati di trek lurus melesat melewati keduanya dan memimpin balapan di lap ke dua. I know, it was hard to believe you’ve come to a time where Lorenzo led a race with his Ducati. Namun keunggulannya tidak bertahan lama karena satu lap kemudian Rossi mengambil alih kepemimpinan lalu menusul Vinales yang akhirnya memimpin balapan. Setelah overtake tersebut, performa Lorenzo semakin menurun dan kemudian tenggelam di barisan tengah.

Kemenangan sepertinya akan ada di antara salah satu dari pembalap Movistar Yamaha. Banyak dari mereka yang mengunggulkan Rossi untuk menang mengingat ini adalah home turf-nya dan dirinya sangat membutuhkan kemenangan untuk mempertahankan asa menjadi juara dunia. Alas, penampilannya tidak maksimal karena cidera yang melanda. Justru pembalap tuan rumah yang lain yang mendekat dan menantang keduanya. Dovizioso menebar ancaman dengan berkali-kali mencari celah untuk menyalip. Hingga akhirnya rekan satu tim Lorenzo tersebut memimpin ketika balapan menyisakan 13 lap. Pembalap Ducati lain yang memberi kejutan adalah Danillo Petrucci yang tahu-tahu sudah memacu motornya di belakang Rossi. Pembalap berjuluk Petrux tersebut akhirnya menyalip Rossi dan sempat bertarung dengan Vinales berebut tempat ke dua.

Pada akhir balapan, satu-satunya pembalap Spanyol yang ada di barisan tersedepan tersebut sebenarnya semakin mendekatkan jarak ke Dovi, namun jarak yang sudah menyisakan dua lap tidak memungkinkan dirinya untuk kembali mengambil alih kepemimpinan balapan. Vinales pun harus puas menyelesaikan balapan di posisi ke dua. Posisi ke empat ditempati pembalap Ducati lain dari tim Aspar, Alvaro Bautista, sementara Marquez finish di posisi ke lima. Drama terjadi di barisan tengah saat Pedrosa kehilangan kontrol motornya dan membawa Cal Crutchlow ke gravel. Keduanya gagal finish.

Kemenangan Dovizioso membawa mimpi yang tidak semua pembalap bisa capai di mana dia adalah pembalap Italia yang mengendarai motor pabrikan Italia dan meraih kemenangan di negara yang sama juga. The dream was once brought up by Rossi when he was in Ducati too, but it never really came true. Kemenangan Dovi juga sebenarnya tidak ada yang memprediksi mengingat performa Yamaha dengan kedua pembalapnya yang mendominasi sepanjang akhir pekan. Di tambah malamnya Dovi mengalami food poisoning dan urung mengikuti sesi Warm Up di pagi harinya. Nevertheless, his performance was superb along with other Ducati on boards. Yes, that is included Lorenzo yang walau pada akhirnya hanya finish di posisi ke tujuh. Kredit juga ditujukan untuk Rossi yang pantang menyerah dan berhasil menyelesaikan balapan di posisi empat. That is not bad at all for someone who had just gone out of hospital in the same week.

Dengan hasil tersebut, hembusan angin di klasemen kembali berubah terutama mereka-mereka yang berada di bawah posisi Vinales. Posisi ke dua kini menjadi milik Dovizioso dengan selisih 26 poin ke pimpinan klasemen, dan empat poin ke posisi ke tiga yang dimiliki Rossi. Sementara duo pembalap Spanyol milik Repsol Honda berada di posisi 4 dan 5 dengan sama-sama mengantongi 68 poin.

Advertisements

8 thoughts on “MotoGP 2017 – Italian GP Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s