MotoGP 2017 – French GP Review

French GP

French GP podium – Vinales is back on the right track (photo courtesy of motogp.com)

One who cracked under pressure, and one who thrived

Balapan GP Perancis di Le Mans akhir pekan lalu berlangsung intens walau hanya dibumbui oleh beberapa aksi menyalip. Jarak antar pembalap dan kengototan dari mereka lah yang membuat penonton berdecak kagum dan tegang dalam waktu yang bersamaan. Kejutan-kejutan hadir dari sesi latihan bebas di hari Jum’at sampai balapan di hari Minggu.

Cuaca yang tidak menentu di hari Jum’at dan Sabtu membuat sesi latihan bebas dipuncaki oleh beberapa pembalap berbeda. Dari Jack Miller sampai Andrea Dovizioso membuat catatan waktu tercepat. Babak kualifikasi bahkan sempat melempar Dani Pedrosa dari Q2 karena catatan waktunya yang buruk sepanjang latihan bebas. Row pertama dikuasai oleh para pembalap Yamaha dengan Maverick Vinales yang menempati pole position diikuti oleh rekan setimnya, Valentino Rossi, dan Johann Zarco. Sementara pabrikan Honda yang terlihat kesulitan untuk beradaptasi harus puas menempatkan Cal Crutchlow sebagai perwakilan untuk start di posisi lima diikuti oleh Marc Maquez.

Harapan tinggi sempat dibebankan kepada Zarco yang merupakan pembalap tuan rumah. Penampilan impresifnya selama empat seri terakhir membawa kepercayaan diri yang tinggi bagi rookie Tech 3 Yamaha tersebut. Alhasil selepas start Zarco tidak membiarkan Vinales memimpin bahkan untuk satu lap. Dirinya merebut posisi pertama selepas tingkungan ke empat. Start yang brilian juga ditunjukan oleh Pedrosa yang memulai balapan dari posisi 13 dan menyalip lima pembalap sekaligus di tingkungan pertama untuk merebut posisi 8.

Rupanya Vinales masih terlalu kuat untuk dibendung oleh Zarco saat rekan satu tim Rossi tersebut menyalipnya di lap 7 dan berhasil menjaga keungulan. Meski Zarco mencoba mencari celah untuk kembali merebut keunggulan, dirinya tidak berhasil. Saling salip justru terjadi di belakang Zarco antara Rossi dan Marquez. Mereka sempat bertukar posisi, namun Rossi menjaga keunggulan dengan penampilan apik. Marquez pun masih ngotot mengejar Rossi hingga akhirnya dia terjatuh dan ‘dipaksa’ menyerah ketika balapan menyisakan 11 lap. Grup depan menyisakan Vinales, Zarco dan Rossi yang bertarung untuk posisi pertama.

Ketiga pembalap terdepan di lap-lap selanjutnya secara bergantian mengalahkan catatan waktu masing-masing untuk lap tercepat. Hal tersebut memperlihatkan bahwa mereka benar-benar mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk mengalahkan satu sama lain. Sebenarnya Pedrosa juga sempat mencatatkan waktu terbaik, namun jaraknya ke tiga pembalap terdepat terlalu jauh meski dirinya sudah menyalip Andrea Dovizioso dan Crutchlow dengan manuver apik dan agresif (Yes, Dani was being agressive. I hardly believed that too if I hadn’t watched it with my own eyes).

Pada lap-lap akhir jarak antara grup terdepan semakin mendekat seiring menurunnya performa ban dan kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan pembalap sehingga selisih waktu mereka terpangkas sedikit demi sedikit. Zarco pun menyerah pada Rossi di tingkungan 3 ketika balapan menyisakan 6 lap. Rossi paham bahwa dirinya harus meraih kemenangan demi menambah keungulan di klasemen dan menjaga asa untuk meraih gelar juara dunia ke 10. Ambisi untuk mengejar Vinales terbayar lunas di lap ke 25 ketika Rossi berhasil menyalip rekan satu timnya dan menjaga keunggulan.

Selepas overtake tersebut, situasi terlihat seperti Rossi yang akhirnya akan mencatatkan kemenangan perdana di musim 2017 setelah sebelumnya konsisten mengakhiri balapan di podium. Namun Vinales ternyata belum menyerah karena dia terus menempel ketat Rossi. Hingga akhirnya Rossi membuat kesalahan, melebar, dan harus menyerahkan posisi pertama kembali ke rekan satu garasinya.

Jika menilik dari penampilan dan ambisi mereka, tiga lap terakhir seperti akan menyajikan pertarungan antara dua pembalap hebat demi meraih tahta tertinggi. Terutama di lap terakhir ketika Rossi terus menempel ketat Vinales. Namun apa yang terjadi justru membuat penonton terkejut. Pembalap Italia tersebut terjatuh dan mesti mengubur harapannya menambah keunggulan di klasemen. Dirinya kehilangan keseimbangan di bagian depan motor dan meluncur begitu saja ke gravel tanpa bisa melanjutkan balapan yang hanya menyisakan beberapa tingkungan lagi. Kekecewaan tidak bisa disembunyikan oleh The Doctor ketika dia hanya bisa meratapi kegagalan di atas motornya. Sungguh sulit dipercaya peraih sembilan kali juara dunia dengan pengalaman balapan bertahun-tahun bisa pecah konsentrasinya di bawah tekanan. Apalagi tekanan tersebut datang dari rekan satu tim yang baru saja bergabung musim ini.

Balapan pun dimenangkan oleh Vinales dengan segala usaha dan upaya yang ditunjukannya. Kemenangan yang merupakan pencapaian ke 500 Yamaha tersebut dipersembahkan dengan manis olehnya. Sementara Zarco juga patut diapresiasi karena berhasil mempertahankan konsistensi untuk meraih podium perdana di kelas yang baru dijajakinya musim ini. Pedrosa pun turut berbahagia karena mendapat ‘hadiah kejutan’ dari Rossi atas penampilan apik dan pantang menyerahnya. Dari hasil tersebut Pedrosa secara mengejutkan menyalip Rossi dan Marquez dengan bertengger di posisi dua selisih 17 poin dengan pemimpin klasemen pasca seri Perancis, Vinales.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s