Bangkok Trip 2017 – Chatuchak Weekend Market

IMG_4301

Nggak enaknya nonton konser berskala internasional itu ya ketika sebelum dan sesudah eventnya. Ngantri nggak berkesudahan. Malamnya setelah konser kami masih harus berjuang jalan kaki sejauh 0,5 – 1 km untuk mencari kendaraan pulang karena macet dan penguna taksi mendadak ramai. Agak nyesel juga nggak nginep di deket Stadion Rajamangala karena para supir taksi menetapkan tarif yang lumayan bikin kantong miskin. Untungnya Caesar dan Melvin jadi penyelamat kami malam itu sampai kami tiba di penginapan jam 2.30 dan semua itu berdampak pada kegiatan esok harinya dimana kami bangun jam 8 pagi. Masih hangover ceritanya, jadi bangun juga seenak udel sembari masih senyum-senyum. Jangan-jangan semalem juga gue senyum tidurnya.

Hari terakhir di Bangkok setelah urusan konser selesai, urusan yang menanti adalah beli oleh-oleh buat mereka-mereka yang ada di Jakarta. Tadinya kami mau ke BMK – mall hits yang udah terkenal akan oleh-oleh murahnya – yang lumayan deket dari penginapan karena hanya perlu naik BTS ke National Stadium. Tapi kok rasanya males main lagi ke Mall setelah hari Kamis kemaren kami habiskan seharian di Show DC. Lalu satu tempat melintas di pikiran gue, Chatuchak Weekend Market. Sebenernya Dy udah bikin agenda di itinerary yang dia kirim ke email dua bulan sebelum kami jalan, tapi kami lupa kayaknya. Untungnya gue inget karena itu juga hari Sabtu. Off we went there.

Fair warning dari temen gue, Aosi, sebelum kami sampai di Chatuchak Weekend Market, di sana katanya bahaya. At first I thought what could be dangerous about a market, a pickpocketer? But then she said the market was dangerous for your WALLET. I told her that I would restrain myself, but she said no one ever could. In the end I thought she was right.

IMG_4251

Dear Bangkok, are you Tokyo in disguise?

Turun dari stasiun BTS Mo Chit, bukan keadaan pasar yang membuat gue amazed, tapi pohon-pohon dihiasi bunga warna pink yang berjejer di sepanjang pinggir jalan. Hampir semua orang terkesima sama pemandangan itu sih, and we were wondering what were with those trees? Setelah ditelusuri, ternyata pohon-pohon dengan bunga pink itu adalah bagian taman yang letaknya berdekatan dengan Chatuchak Weekend Market, namanya Chatujuk Park. Kamipun memutuskan untuk mampir dan bersantai setelah sebelumnya membeli buah mangga dan nanas, alternatif dari susahnya cari makanan/cemilan halal di Bangkok. Foto-foto juga dink karena ternyata banyak bunga berguguran di atas rumputnya.

Puas berfoto di taman, kami meluncur ke pasar. Di sana udaranya gimana? Puaanaassss if you ask me. Kebetulan hari itu lagi cerah dan yang nggak biasa sama udara kayak gitu pasti bakal kena dehidrasi parah kalo nggak minum-minum. Apa yang dibilang sama temen gue juga bener banget. Banyak barang-barang lucu yang berpotensi buat ngerampok dompet kami. Dari mulai gantungan kunci unik, tempelan kulkas, boneka-boneka kecil, dompet-dompetan, tas, scarf, pajangan, makanan, sampe koleksi baju tumplek semua di situ. The most important thing is all those things are incredibly C-H-E-A-P alias murah meriah muntah untuk ukuran oleh-oleh buat turis. Sumpah, kalo banyak duit bisa borong dari tiap toko di sana. Duit gue yang udah limited aja gue masih beli banyak dan gue bela-belain buat minjem Dy. Agak nyesel juga sebenernya nggak ngambil uang banyak kayak yang Aosi saranin. Untuk membatasi budget menurut gue sih sebelum ke sana harus ngelist barang yang emang mau dibeli karena godaan buat beli apa-apa di sana itu guede banget.

Kalo niat mau keliling Chatuchak buat bandingin harga bisa aja, cuma kayaknya butuh waktu seharian karena tempatnya lega banget. Belum lagi lorong-lorongnya yang berpotensi bikin kami nyasar. Akhirnya kami nyerah setelah dua jam keliling dan menutuskan buat istirahat dan beli air kelapa muda dan eskrim kelapa. Lumayan mahal sih, tapi ya kalo ke Bangkok dan nggak nyobain eskrim kelapanya yang terkenal itu kayaknya kurang. Dan makannya harus buru-buru karena panasnya cepet banget lelehin eskrim.

Sebenarnya kami senang-senang saja keliling di sana, tapi panasnya itu bikin nggak tahan bahkan untuk ukuran manusia yang udah biasa hidup di Jakarta kayak gue dan Dy. Kami mutusin buat pulang setelah semua barang di list berhasil kami dapatkan. Terlebih kami juga belum makan siang dan hendak berkunjung ke salah satu resto halal yang ternyata letaknya dekat penginapan kami di Charoen Krung, tepatnya di depan Kedutaan Perancis di Bangkok dan namanya Home Cuisine Islamic Restaurant. Dari sana juga kami akhirnya naik Tuktuk ke penginapan karena lokasinya hanya sekitar 1km. Akhirnya setelah empat hari di Bangkok baru kesampaian naik kendaraan tradisional Thailand itu di hari terakhir.

Perut kenyang, beli oleh-oleh kelar, kami balik ke penginapan untuk beres-beres sekaligus numpang mandi karena cuaca panas banget sebelum akhirnya menuju Airport untuk kemudian menginggalkan Bangkok.

20170408_190901

at Suvarnabhumi Airport – The picture was taken at the place where my dad’s picture was taken as well.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s