Coldplay – A Head Full of Dreams Asia Tour 2017

20170407_225955

Coldplay, Stage, Fireworks, Singing along = Perfection

A sing along party with a spectacular light show

Sebelum gue cerita tentang apa yang gue alami pada salah satu Jum’at paling bersejarah di hidup gue, gue perlu bikin pengakuan. I am not Coldplay’s biggest fan. Gue tahu banyak lagu mereka, tapi ada juga beberapa lagu mereka yang gue nggak hafal. Bahkan lagu apa dan berasal dari album mana aja kadang gue nggak ngeh. Be my guess if you want to judge me, tapi Coldplay ada di The List of Five yang gue bikin untuk daftar band-band dalam dan luar negeri yang wajib gue tonton dalam live performance setidaknya sekali dalam seumur hidup. I found a chance to cross one more band on my list after One Republic in 2013 in Coldplay’s A Head Full of Dreams Asia Tour 2017.

IMG_4246

It HAS been that long since I debuted my rodeo in watching an international band performed in front of live audience. Itu pun skalanya tidak sebesar band-band besar yang sampai harus menyewa stadion agar bisa menampung antusiasme penonton. Nonton Coldplay di Bangkok adalah konser berskala besar dan Internasional pertama yang gue pernah hadiri. Kronologis dari pembelian tiket, penukaran tiket, sampai mengantri untuk merchandise dan berfoto di backdrop pun serba riuh karena gue dan Dy (teman seperjalanan kali ini) tidak hanya menghadapi segelintir orang, melainkan ribuan! Sabar sih selalu menjadi kunci kalo sudah begini.

Open gate yang dijadwalkan jam 5 sore ternyata molor sampei 15 menit. Feeling like we were in Jakarta. Apalagi banyak ketemu orang Indonesia. Kami yang ikut mengantri sejak satu jam yang lalu mulai tidak sabar untuk meluapkan kegembiraan. Agak lebay sebenernya mengingat tiket kami adalah tiket tribun yang tidak perlu berebut tempat dengan orang-orang. Meski begitu, pemeriksaan keamanan yang begitu ketat ternyata menghadang gue dan kamera gue yang tidak diperbolehkan masuk venue. Sedih sih, tapi berkahnya gue jadi konsen penuh ke konsernya dan gue bisa mencurangi panitia buat bisa dapet dua Xyloband dan Pin karena dua kali masuk gate. *smirk smirk*

Gue dan Dy harus berpisah karena tempat menonton kami berbeda. Gue berada di sektor E2F sementara Dy nonton di E3I. Setelah berfoto di luar stadion dan menentukan meeting point setelah konser nanti, kami pun masuk. Perjuangannya subhanallah. Gue harus ketemu berpuluh-puluh anak tangga dulu (which I hate) sebelum sampai ke tempat duduk gue. Capek sih jangan ditanya ya, tapi pemandangan dari atas nggak akan bisa dibayar pake apapun. Apalagi langit Bangkok sore itu cerah dan memperlihatkan warna jingga pancaran dari sunset yang keren dari balik punggung stadion.

20170407_183853

Di row W gue duduk bersebelahan dengan pasangan suami-istri dari Jakarta yang belakangan gue tau si cowok itu presenter bola di TVOne. Don’t ask me what his name was cos I was too ashamed of asking his name. Segitu cupunya pengetahuan gue tentang pertelevisian Indonesia dan Caesar Gunawan udah jadi korban pertama kecupuan gue kemaren. Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul sebelum rintikan gerimis turun dan bikin semua orang panik dan mulai memakai jas hujan. Gue? Panik sih enggak. Justru menurut gue kalo hujan jadi seru dan lebih dramatis, tapi Tuhan masih sayang sama kesehatan orang-orang yang hadir di situ dan Chris Martin dkk hujanpun nggak jadi turun meski awan mendung konstan menggantung di atas area stadion.

Pukul 8 malam Jess Kent sebagai opening act malam itu mulai memainkan musiknya dan menyanyikan beberapa lagu yang lumayan bisa dinikmati. Saat mereka berbagi cerita, ternyata mereka ini band asal Australia yang diajak keliling Asia oleh Coldplay buat jadi band pembuka di beberapa konsernya. Ada satu lagu yang melekat banget di otak gue, judulnya Dela dan dimainkannya pake akustik. Lupa sih lagunya tentang apa, cuma waktu itu bisa bikin gue lumayan tersenyum pahit denger liriknya.

20170407_210617

Before Coldplay hit the stage

Setelah 45 menit penampilan Jess Kent, lampu kembali padam and God knew what happened on the stage during the transition. Yang jelas excitement para penonton mulai terbangun lagi. Apalagi ketika lampu-lampu Xyloband mulai menyala merah. Nyanyian seriosa terdengar dari panggung dan riuh penonton semakin kencang. Rasa merinding mulai menyeruak di sekujur tubuh gue.

Saat intro A Head Full of Dreams berkumandang, jeritan penonton dari berbagai sudut menggema sampai akhirnya Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion beraksi di atas panggung. Gue nyaris mewek di sini. Haru. Goosebumps were literally all over my body. I shouted ‘Oh my God’ many times still trying to believe that I was actually there finally singing along live with the actual band I listen to on a daily basis. Ditambah luncuran kembang api dan tata cahaya panggung juga grafik yang muncul di satu layar utama dan dua layar pinggir yang selalu berganti mengikuti alunan lagu, I couldn’t have asked for a better opening to their show like that. It was amazing!

20170407_210855

Post A Head Full of Dreams song

20170407_211101

Disambut Yellow

Kami sama sekali nggak dikasih kesempatan buat napas karena dihajar lagu-lagu upbeat macem Yellow, dan Every Tear Drop is a Waterfall. Dari situ masih hura-hura ketawa bahagia until the sad part kicked in. The Scientist dengan alunan piano Chris masya Allah. Setengah mati nahan nangis. Bagian terakhirnya apalagi, hati eneng berasa disayat-sayat masa lalu. Duh, Gusti, hati ini butuh obat. ASAP. 😥

20170407_211929

Every Tear Drop is a Waterfall

Setelah dibawa melow, Birds diikuti oleh Paradise membawa suasana menjadi meriah kembali. Gue ingat saat Coldplay bawain lagu Paradise, Chris sempat mengambil boneka panda kecil dari penonton dan menggendongnya sembari menyanyi. The audience sang along with Chris particularly in the ‘Para Para’ parts. Makin meriah menjelang akhir lagu karena Chris minta Paradise versi remix dimainakan agar penonton loncat dan joget maksimal. Sayangnya space di tribun tidak terlalu banyak buat loncat maksimal karena bangku stadion didesain sebagai tepat duduk permanen yang nggak bisa dilipat, gue pun hanya bisa loncat-loncatan kecil.

Babak kedua konser, Coldplay pindah ke Stage B yang menjorok ke arah tengah penonton dan menyanyikan Always in My Head, Magic, dan Everglow. Lagu yang terakhir disebut Chris persembahkan untuk Raja Thailand yang sudah wafat. Saat Chris mulai solo pianonya, gue sudah mbrebes mili. Coba sing along pun nggak bisa tanpa ketahuan kalo gue nyanyi sambil nahan nangis. After The Scientist, I found Everglow is something relatable to my life because it tells people on how hard it is if we lost someone we love without being able to do something about it. And I know just about everything of losing. I know. I’m a drama queen.

20170407_220415

Anyway, Coldplay melanjutkan show-nya dengan rangkaian lagu upbeat. Dimulai dari Clock, lagu Midnight yang hanya separuh sebelum melanjutkan ke Charlie Brown dan Hymne for The Weekend. Gue bahagia banget sih pas Charlie Brown dinyanyiin karena dari dulu pengen denger lagu ini versi live-nya dan merasakan langsung betapa merinding piano ending-nya. Akhirnya kesampaian. Juga ber’Owa-owa’ ria dengan lagu selanjutnya. It made it the happiest time of all.

Lalu melow kembali tersaji dengan lagu Fix You. Gue nangis? Enggak sih. I told you I’d cry listening to songs related to the deepest sadness in my life, and Fix You isn’t one of them. Rasa haru sih ada, tapi nggak sampai nangis kejer kayak orang-orang. Heroes-nya David Bowie juga turut dibawain sebelum mereka lanjut dengan Viva La Vida dan Adventure of a Lifetime. Kalian tahu lah bagian mana yang bakal bikin bulu kuduk merinding di lagu Viva La Vida jika dibawakan live sembari sing along. Pas Adventure of a Lifetime balik lagi ke mode joget nggak karuan, apalagi Chris teasing penonton pas bagian tengah dengan nyuruh ‘go low’ sebelum akhirnya loncat dan joget lagi.

This slideshow requires JavaScript.

Perpindahan Coldplay dari Stage B ke Stage C bikin penonton riuh. Apalagi seisi stadion lampu dimatikan dan penerangan hanya ada di lampu-lampu Xyloband yang nyala. Hingga akhirnya mereka muncul di Stage C, In My Place versi akustik langsung berkumandang diiringi riuh nyanyian penonton. Tempo hari Coldplay pernah minta penonton buat bikin video request lagu yang jarang dinyanyiin live buat dinyanyiin live dan di Bangkok ini terpilih lagu Don’t Panic yang direquest oleh first time travelling young man dari Tiongkok. Kejutannya yang nyanyi bukan Chris, tapi Will sama Jonny setelah Chris memperkenalkan semua personil Coldplay ke penonton. Believe it or not, banyak yang nggak tau nama personil Coldplay selain Chris Martin. Dilanjut oleh Till Kingdom Come yang gue tahu dari film The Amazing Spiderman dengan permainan gitar akustik Chris yang ajaib.

Akustikan di Stage C kelar, mereka balik ke Stage A buat bawain Something Just Like This, lagu baru mereka yang berkolaborasi sama The Chainsmokers. Yang lucu adalah grafik di layar utama isinya lirik dari lagu tersebut, jadi yang nggak hafal pun bisa nyontek ke sana sembari nyanyi dan joget. Berasa karaokean di Inul Vista di ruangan terbuka yang super luas. Saat mereka mulai nyanyiin Sky Full of Stars, gue sadar bahwa konser akan segera berakhir. Dari mana gue tau? Dapet bocoran setlist dari Google lah. Maka sembari masih nyanyi dan joget-joget, gue menyempatkan diri buat selfie mumpung Xyloband masih nyala. Hahahaha..

20170407_225652

Up&Up

Lagu Up&Up pun mengakhiri show mereka di Bangkok. Cocok sih, lagunya nggak mellow dan nggak terlalu upbeat. Kalimat di akhir lagu ‘Don’t ever give up’ seolah memberi semangat sama penonton bahwa apapun yang terjadi jangan menyerah. Well, at least that was how I felt. Kemeriahan makin jadi ketika luncuran konstan kembang api dari panggung mewarnai langit Rajamangala sembari Chris mengucapkan terimakasih. Sayangnya tidak ada encore dan tidak ada kesempatan buat teriakin ‘We Want More’ kayak biasa. Kalo bisa sih konsernya nonstop sampe hari berikutnya aja. Hahahaha.. *ditampar gitar Chris*

I mostly enjoyed my time singing along with Coldplay and other (probably) 40.000ish people, dan gue bahagia karena gue nggak terlalu obsesive buat merekam semua penampilan mereka di semua lagu yang dinyanyikan. Walaupun sempat berkali-kali tergoda buat ngerekam semua bagian lagu karena permainan cahaya dari panggung dan Xyloband yang SUPER AWESOME, tapi gue berhasil menahannya dan hanya merekam beberapa dari bagian lagu. Itupun goyang-goyang dan nggak terlalu jelas karena guenya nggak berhenti gerak (kecuali pas Everglow). Tanpa hape, gue bisa bebas jingkrak-jingkrak dan teriak sambil nyanyi sesuka hati gue tanpa harus memikirkan rekamannya bakal goyang, dll. I do apologize to those who recorded the show close to me for my ugly singing voice though. Well, what can I say? I just didn’t want to waste chances of enjoying a concert for what it was. Plus, IT’S FRIGGIN COLDPLAY! Give me a break.

20170407_230353

Di konser itu juga gue menyaksikan sendiri kesolidan dari Coldplay dan seluruh kru tur mereka. Ke-humble-an Chris yang tersohor itu terpancar dari inisiatif perkenalan para personilnya di tengah konser. Lalu ketika konser selesai, credits roll yang menyebutkan nama-nama kru yang terlibat dalam tur mereka berjalan di layar utama selayaknya kita baru selesai menonton film. Salut lah sama mereka ini.

20170407_230435

Pasca konser selesai. See that big smile on my face? Pure happiness.

Jadi ya, Hari Jum’at, 7 April 2017 dari jam 9 malam sampai jam 11.30 bakal selalu gue ingat sebagai salah satu dari malam-malam terbaik yang pernah terjadi di kehidupan gue. Call me ‘lebay’ or ‘alay’ all you want, but that is how I feel. Sampai sekarang kekuatan dari lagu-lagu Coldplay masih bisa membawa gue berdiri di salah satu bangku Stadion Rajamangala tiap kali gue mendengarkannya sambil memejamkan mata. You might find me crazy coz I’d be smiling by myself too. Oh yes, they are THAT good.

 

PS: Thank you buat Melvin dan Tika yang udah bantuin gue dan Dy buat beli tiket konser sampe akhirnya kami bisa berada di tengah ribuan orang yang ikut nonton Coldplay di Rajamangala. Also thank you to Caesar for a ride home. I will never be able to repay the kindness from you guys. Thank you. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Coldplay – A Head Full of Dreams Asia Tour 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s