MotoGP 2017: Qatar GP Review

Maverick Vinales

Man of the Race (photo courtesy of motogp.com)

An opening race weekend that almost went premature but it ended with a bang.

That bang was the sound of every fan’s satisfaction regarding the first race of the season. Sempat dikecewakan oleh batalnya sesi kualifikasi Sabtu karena cuaca dan kondisi trek yang tidak memungkinkan, seri pembuka dari gelaran MotoGP 2017 di Sirkuit Losail akhirnya terlaksana dengan sempurna. Tidak banyak kejutan dari kemeriahan yang nyaris dirusak oleh hujan yang menjadi kecemasan semua orang semenjak sepekan sebelum seri digelar. Dalam race yang hanya ditempuh dengan jarak 20 lap karena tertundanya waktu start akibat kondisi trek yang belum memungkinkan untuk balapan, Maverick Vinales memenangkannya seperti yang semua orang harapkan diikuti oleh Andrea Dovizioso yang tampil kuat dan mengancam serta Valentino Rossi dengan performa menterengnya.

Selepas start yang akhirnya dimulai 45 menit dari waktu yang sudah terjadwal, Iannone yang start dari grid ke-dua mengawali barisan dan dengan brilliannya melesat dan memimpin jalannya balapan ketika mereka melewati tingkungan pertama. Sementara Vinales yang merupakan sang polsitter tercecer dan harus susah payah membuntuti pembalap di depannya, yakni Marc Marquez, Johann Zarco, dan Andrea Dovizioso. Tak lama kemudian Marquez, Zarco, dan Iannone saling berganti memimpin balapan hingga akhirnya Zarco melesat meninggalakan Marquez dan Iannone yang semakin tercecer karena saling salip untuk mempertahankan posisi.

Puja-puji sudah disematkan pada Zarco ketika dia memimpin balapan dengan gap yang cukup jauh. Apa yang orang sebut sebagai A Dream Debut sudah di depan matanya saat pada lap 6 dirinya kehilangan kendali atas motornya dan meluncur di aspal. Kesempatannya untuk finish sempurna di balapan pertamanya pun hilang. Pun begitu dengan Iannone yang sedang bertarung dengan Dovizioso dan Marquez untuk posisi pertama. Lap 10 menjadi akhir dari penampilan impressive Iannone di Losail. Padahal dirinya sedang bertarung untuk podium.

Dua hilang, menyisakan Marquez dan Dovizioso yang saling bertukar posisi. Pertarungan perebutan posisi pertama seperti terlihat akan menjadi milik mereka. Namun siapa sangka Vinales ternyata semakin mendekat dari satu lap ke lap yang lainnya. Pun begitu dengan Valentino Rossi yang datang setelah melibas Dani Pedrosa dan beberapa pembalap di depannya. Apa yang diprediksi membosankan ternyata berlanjut pada pertarungan panas antara Vinales, Dovi, Rossi, dan Marquez. Secara mengejutkan, Marquez tidak mampu mengikuti alur debat kecepatan yang diusung Dovi dan Vinales hingga akhirnya dia tercecer dan semakin menjauh setelah Rossi berhasil mencuri tempatnya. Belakangan masalah Marquez ternyata ada pada kekeliruan dalam pemilihan ban dan nyaris semua pembalap yang performanya merosot menjelang lap-lap akhir memiliki masalah yang sama.

Pertarungan Dovi dan Vinales berlanjut hingga garis akhir. Dovi yang selalu punya keuntungan di slipstream mencoba menempel ketat Vinales setiap dirinya berhasil dilewati pembalap anyar Movistar Yamaha tersebut. Setelah sempat beberapa kali saling salip, Dovi yang hanya bisa mengungguli Vinales di trek lurus tidak sanggup mengejar hingga chequered flag dikibarkan dan Vinales mendapatkan debut impian dengan memenangi balapan di seri perdana dengan tim pabrikan baru. Hanya beberapa pembalap saja yang bisa menorehkan kemenangan untuk tim yang berbeda dan Vinales sekarang berada di klub elit tersebut. Wajar jika akhirnya dia bertingkah dan merasa tak terkalahkan. Dia baru saja memenangkan balapan dimana sebagian besar rival-rivalnya tidak menjunjukan perlawanan yang berarti.

Ekspektasi yang tinggi terhadapnya semenjak menjalani rangkaian tes dengan Yamaha dan membuktikan bahwa dirinya unggul terbayar lunas dalam tiga malam sekaligus. Meski terlihat mengalami kesulitan dengan ritme balapan di awal-awal lap, Vinales bisa kembali dengan cepat dan meraih kemenangan. Gaya balapnya di seri pertama ini sungguh mirip rekan satu timnya sekarang, Rossi. Selalu telat panas ketika start dari row terdepan. Hanya saja Vinales mesti sadar bahwa musim masih panjang dan kemarin malam hanyalah satu dari 18 seri yang akan berjalan sepanjang tahun.

Kejutan yang kurang menyenangkan datang dari garasi Ducati dengan nama Jorge Lorenzo yang penampilannya seperti bertolak belakang dengan pemilik Desmosedici GP17 yang satunya. Sudah sesi qualifikasi dibatalkan, dirinya yang tidak cukup cepat di sesi latihan bebas akhirnya harus start di posisi 12. Performanya sendiri tidak terlalu menonjol di saat balapan dan harus terpuruk di posisi belasan. Entah karena terlalu sulit untuk mengejar barisan depan, atau karena gaya balap Lorenzo belum bisa beradaptasi dengan motornya sehingga Lorenzo tidak terlihat begitu cepat dan hanya bisa finish di posisi 11. Mungkin juga karena kombinasi keduanya. Either way, he needs to learn faster if he doesn’t want to stay in the second or even third group in a race, or if he still wants to be considered as a championship contender.

I know that it’s too early to decide who has the strongest squad and potential to rule the competition, tapi peta kekuatan mulai terbentuk dalam wujud siapa yang mengungguli siapa dan tim mana yang lebih superior. Saat ini tim Movistar Yamaha dengan Vinales dan Rossi sedang berada di atas angin dengan apa yang mereka tunjukan dan capai di Losail. Jika tim lain ingin mengungguli atau setidaknya menyaingi mereka, persiapan yang matang dengan strategi yang tepat mesti disiapkan menjelang balapan seri Argentina yang akan digelar dua pekan dari sekarang.

PS:

I usually do my short preview and post race review in my Instagram Stories. Any chance of joining me to give your thoughts, head to @win_winchester an hour or 30 minutes before MotoGP race. Cheers.  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s