Japan Trip 2016 [Twin Ring Motegi] – Honda Collection Hall

Di hari Sabtu ketika kami sampai di pintu masuk sirkuit bagian selatan, kami melihat ada sebuah tempat yang sorenya kami ketahui bahwa itu adalah museum Honda Collection Hall (HCH). Sebelumnya kami memang tau kalau Twin Ring Motegi punya museum, namun kami tidak tau persis letaknya dimana. Kami tidak sempat mengunjungi HCH di hari Sabtu karena kami sibuk kesana-kemari menyusuri bagian sirkuit yang bisa kami telusuri. Maka ketika kami tiba di hari Minggu pagi dan setelah kami berfoto di depan gerbang utama sirkuit, gue dan kak Difa memutuskan untuk mengunjungi HCH. Malia tidak ingin ikut karena satu hal dan yang lainnya, jadi dia menunggu di gerbang utama sampai kami bertemu lagi.

img_1947

Honestly, I didn’t expect much to see from the museum considering it’s a museum. How fascinating it could be when it has titled museum? But then I found out that HCH exceeded my expectation. Memasuki pintu utamanya, kami disambut oleh beberapa koleksi mobil balap Formula 1 Honda jadul sampai ke ruang sisi kanan. Sementara sisi kiri dari lantai pertama diisi oleh toko suvenir dari museum dan sirkuit. Kami juga menemukan motor Honda RC212V Dani versi 2009 sedang dipajang untuk memuaskan mata pengunjung. Mereka juga bisa bergantian untuk menaiki motornya. I did it of course, wouldn’t have missed it for the world!

Naik ke lantai dua di sebelah kiri tangga, kami menemukan berbagai jenis motor komersial dari yang pertama kali motor diciptakan sampai yang sekarang dipakai. Ruangan ini diisi oleh sejarah pembuatan motor oleh pabrikan Honda. Tidak terhitung ada berapa model motor yang dipajang di sana. It was great to know the history of something I use today. Sementara ketika kami beralih ke sebelah kanan tangga, ruangan tersebut dipenuhi mobil-mobil dengan berbagai tipe dari berbagai tahun pembuatan dan sejarah dari pembuatan mobil Honda tentunya. Not much to be explored in the second floor unless you are really into machinery and their history. Gue sendiri mulai ngantuk jika berlama-lama di sana.

Maybe you thought it was boring to visit a museum while the Moto3 racing was about to start out there down the circuit. I thought so too. Until we visited the third floor. It was literally heaven on earth for racing fans. I was soooooooo happy that we decided to go to the third floor. Ruangan sebelah kiri tangga merupakan ruangan yang memuat sejarah keikut sertaan Honda di ajang balapan motor. Dari model yang digunakan oleh Mick Doohan, Alex Criville sampai yang paling terbaru yang digunakan oleh Marc Marquez, semuanya terpajang rapi. Gue bisa melihat motor dari Valentino Rossi, Max Biaggi, Nicky Hayden, Casey Stoner, Dani Pedrosa and dozens other racers I am not familiar with. 

 

We also found Dani’s RC211V from his early MotoGP racing days. I know it’s probably not normal for a girl to be happy seeing all those motorcycles especially the ones that belong to Dani, but I was at that time. Extremely. Bahagiaaaa… :’) Gue betah berlama-lama diruangan itu hanya dengan melihat-lihat motor yang digunakan oleh para pembalap yang gue kagumi dari dekat. Jika saja kami tidak ingat Malia yang pasti sudah kelamaan nunggu di sirkuit, kayaknya kami bakal stuck di sana berjam-jam sampe sebelum balapan MotoGP mulai.

Jika menyebrang ke sebelah kanan tangga sebenarnya ada sejarah keikut sertaan Honda dalam balap mobil juga, namun kami buru-buru keluar dan menuju sirkuit karena balapan Moto3 sudah setengah jalan. Namun sebelum pamit dari museum dan keluar, satu ornamen berhasil menarik perhatian gue. Letaknya di depan pintu masuk dan di tengah lobi merupakan kaca berbentuk bundar dan berdiri dengan kokoh. Di tengahnya ada tagline yang kerap diusung Honda di setiap marketing mereka dan juga sesuatu yang gue suka. It says “DREAM”, something that brought me to Japan and that place.

img_1979

Advertisements

2 thoughts on “Japan Trip 2016 [Twin Ring Motegi] – Honda Collection Hall

  1. Di honda collection hall itu, motor yg dipajang apakah motor asli, bekas dipake pembalap? Atau tiruan? Semua motor di collection hall boleh dinaikin buat photo? Di sepang mah dipegang aja ga boleh hahahaah belagu banget mah kalo di malaysia orang malay sana.

    • Kalo di keterangannya sih motor asli. Nggak semua motor bisa dinaikin. Yg dipajang di ruangan itu nggak boleh dinaikin, bahkan disentuh pun enggak boleh deh kayaknya. Kmrn liat nggak ada yg berani. Kecuali emang yg dipajang di lobby dan dikhususkan untuk dinaikin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s