The Snowball Effects of Sepang Clash

https://i2.wp.com/media.crash.net/360/PA1823739.0008.jpg

Insiden yang masih ramai dibicarakan bahkan sepekan setelah semuanya terjadi. (Pic taken from Google)

MotoGP seri Malaysia telah rampung tepat sepekan yang lalu saat Dani Pedrosa dan Valentino Rossi yang menyelesaikan balapannya di posisi pertama dan ketiga merayakan keberhasilan mereka di podium dengan saling menyemprotkan champange. Tepat sebelum itu, Jorge Lorenzo berlalu meninggalkan tempat yang sama setelah suara kompak penonton yang mengejeknya menderu menggantikan suara dari knalpot motor mereka. Dan jauh sebelum mereka bertiga sampai di podium, tepatnya di lap ketujuh pada tikungan 14 Sirkuit Sepang, Marc Marquez terjatuh setelah dia dan Rossi terlibat pertarungan sengit di beberapa tikungan pada lap-lap sebelumnya. Semenjak saat itu, insiden yang kabarnya sampai merusak harmonisasi kompetisi itu sendiri terus bergulir dan semakin menambah masalah layaknya bola salju yang turun dari bukit dan mustahil untuk dihentikan.

Dimulai dari semakin kuatnya kebencian ‘publik’ terhadap pesaing Rossi yang dalam hal ini adalah Marquez dan Lorenzo. Benih-benih kebencian sebenarnya sudah tersebar saat konferensi pers pertama diadakan di Sepang di mana Rossi membeberkan kecurigaannya terhadap Marquez yang dituding kerap meganggunya di balapan hanya untuk menghalanginya dari raihan gelar juara kesepuluhnya. Semenjak saat itu, opini publik berubah drastis terhadap apa yang Marquez lakukan terlebih jika dirinya berada di dekat Rossi ketika menunggang motor. Insiden di balapan hari Minggu hanya semakin menasbihkan Marquez sebagai public enemy number one bersama Lorenzo di mata mayoritas penggemar MotoGP dan juga penggemar Rossi.

Beberapa saat setelah balapan rampung, Race Direction yang sudah sangat hati-hati dalam mengambil tindakan akhirnya memutuhkan bahwa kesalahan ada di pihak Rossi menjatuhkan hukuman penalti sebanyak tiga poin. Hal itu mengharuskan Rossi memulai balapan di tempat terakhir di seri Valencia karena akumulasi poin hukuman Rossi menjadi empat. Rossi dan Yamaha mencoba banding atas hukuman yang dirasa ditidak adil tersebut karena di Valencia Rossi tidak akan hanya sekedar membalap, tetapi dia juga bertarung untuk gelar kejuaraan. Atas hukuman ini, banyak publik yang menuding bahwa Race Direction sudah berlaku tidak adil dan cenderung memihak dan melindungi para pembalap Spanyol yang menjadi lawan Rossi. Rossi sendiri diberikan waktu lima hari semenjak hukuman dijatuhkan untuk menaikan banding kasusnya ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Pada hari kelima tengat banding, Rossi memutuskan untuk membawa kasusnya ke CAS dan meminta hukuman penalti yang diterimanya ditangguhkan setidaknya pada balapan di Valencia. Mengingat penanganan kasus yang diajukan ke CAS butuh setidaknya empat sampai enam bulan, permintaan jangka pendek Rossi terhadap kasusnya memang masuk akal. Penagguhan hukuman yang diajukan Rossi sendiri akan diputuskan sehari menjelang balapan pamungkas, yakni pada tanggal 6 November 2015. Sebagian besar publik menginginkan penangguhan hukuman itu dikabulkan agar mereka bisa menyaksikan pertarungan terhadap gelar kejuaraan yang adil antara Lorenzo dan Rossi.

Kasus pelik antara Marquez dan Rossi di Sepang dan membuat publik nyaris kehilangan akal sehatnya akhirnya mereda setelah Presiden Federasi Motor Internasional (FIM) Vito Ippolito mengirim surat terbuka yang isinya meminta semua pihak untuk menenangkan diri atas apa yang terjadi. Selain itu, dirinya juga menekankan pada pembalap, tim, dan sponsor untuk mematuhi aturan dan menerima konsekuensi dari tindakan mereka selama balapan baik itu sifatnya merugikan mereka atau sebaliknya. Barulah keadaan menjadi lebih tenang.

Ternyata hal itu tidak berlangsung lama. Saat publik berfikir bahwa kasusnya sudah mereda sampai disitu, di Spanyol sana datang berita yang kurang mengenakkan dari Marquez. Seperti yang dilansir oleh Marca, beberapa reporter yang datang secara khusus dari Italia menyatroni kediaman Marquez dan melakukan hal-hal yang kurang berkenan terhadap Marquez, keluarga, dan para sahabatnya. Para reporter tersebut tidak hanya menghina Marquez dengan gestur dan kata-kata, tetapi juga menyerangnya secara fisik. Tindakan bodoh yang memperkeruh keadaan yang sudah keruh dari awalnya.

Berlarut-larutnya permasalahan insiden Sepang ini menggambarkan bahwa betapa MotoGP lebih dari sekedar balapan motor yang selama ini dikenal publik. Keterlibatan kedua pembalap hebat yang statusnya pada musim ini sedang dalam posisi yang berlawanan juga berpengaruh terhadap iklim dan atmosfir dari kompetisi. Balapan di Valencia masih menyisakan waktu satu minggu dan beberapa persiapan telah dilakukan panitia lokal demi mencegah hal-hal buruk terjadi. Tentunya banyak penikmat MotoGP yang mengharapkan balapan pamungkas di Valencia nanti menjadi balapan terhebat demi menentukan juara sejati tanpa harus menghadirkan kontroversi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s