Sepang Trip 2: Off Track

DSC_0270

Batu Cave

Since MotoGP changed the title A Sideway Glance to Off Track, I did the same thing with this article that tells you everything that doesn’t have any connection at all to the circuit and the race. Untuk perjalanan kali ini, gue sengaja menyisakan dua hari bebas yang akan digunakan untuk mengunjungi tempat-tempat iconic lain yang belum sempat dikunjungi tahun lalu. I was also accompanied by another friend which has no interest to Racing at all, Malia, my classmate from college. Tahun ini kami banyak merasakan pengalaman baru, diantaranya mengunjungi Genting Highlands dan Batu Cave, serta berjalan-jalan menggunakan transportasi umum. What are on those places? Here they are. Continue reading

Advertisements

Sepang Trip 2 – The Unusual Race Day

WP_20151025_17_45_08_Pro

RACE DAY

When I woke up to the tenth time of my alarm sound that morning after having a great day down the Paddock on Saturday, I was expecting another great day on the Race Day. Balapan di Phillip Island membawa harapan besar pada gue dan seratus ribu lebih penonton lain yang akan datang ke sirkuit hari Minggu itu bahwa keseruan yang setidaknya menyamai balapan di Australia akan dihadirkan di tengah kumpulan kabut asap yang menaungi Sepang International Circuit (SIC). Namun ternyata apa yang kami saksikan melebihi semua ekspektasi yang ada di benak para fans. Continue reading

Sepang Trip 2: Saturday Paddock Sensation

20151024_142149

I hardly do the same thing twice in a row if there aren’t something different offered. Kata-kata itu cukup menggambarakan prinsip gue dalam travelling. Selain majalah budget, kebosanan juga akan dengan mudah melanda. Sampai awal tahun 2015, ide untuk kembali ke Sepang tahun ini tidak ada sama sekali di kepala gue. Cukup sekali menonton langsung di Main Grand Stand-nya (MGS) dan mendukung Dani secara langsung. Kalaupun akan kembali lagi, gue tidak akan menonton di tempat yang sama. Sampai kemudian godaan datang dari teman-teman Pedrosistas yang bercerita tentang tentang kunjungan menyenangkan mereka ke Paddock. Paddock sendiri merupakan tempat yang terletak di belakang garasi-garasi pembalap di mana terdapat beberapa bangunan yang digunakan sebagai team hospitality dan tempat istirahat pembalap. Paddock di Sepang tentu berbeda dengan yang ada di Eropa yang biasanya dipenuhi oleh truk-truk motorhome milik para pembalap. Maka tanpa berpikir panjang, I booked a return ticket to Kuala Lumpur and I signed up for Dani Pedrosa Official Fanclub in order to get a chance to enter The Paddock. Continue reading

The Snowball Effects of Sepang Clash

https://i2.wp.com/media.crash.net/360/PA1823739.0008.jpg

Insiden yang masih ramai dibicarakan bahkan sepekan setelah semuanya terjadi. (Pic taken from Google)

MotoGP seri Malaysia telah rampung tepat sepekan yang lalu saat Dani Pedrosa dan Valentino Rossi yang menyelesaikan balapannya di posisi pertama dan ketiga merayakan keberhasilan mereka di podium dengan saling menyemprotkan champange. Tepat sebelum itu, Jorge Lorenzo berlalu meninggalkan tempat yang sama setelah suara kompak penonton yang mengejeknya menderu menggantikan suara dari knalpot motor mereka. Dan jauh sebelum mereka bertiga sampai di podium, tepatnya di lap ketujuh pada tikungan 14 Sirkuit Sepang, Marc Marquez terjatuh setelah dia dan Rossi terlibat pertarungan sengit di beberapa tikungan pada lap-lap sebelumnya. Semenjak saat itu, insiden yang kabarnya sampai merusak harmonisasi kompetisi itu sendiri terus bergulir dan semakin menambah masalah layaknya bola salju yang turun dari bukit dan mustahil untuk dihentikan.

Dimulai dari semakin kuatnya kebencian ‘publik’ terhadap pesaing Rossi yang dalam hal ini adalah Marquez dan Lorenzo. Benih-benih kebencian sebenarnya sudah tersebar saat konferensi pers pertama diadakan di Sepang di mana Rossi membeberkan kecurigaannya terhadap Marquez yang dituding kerap meganggunya di balapan hanya untuk menghalanginya dari raihan gelar juara kesepuluhnya. Semenjak saat itu, opini publik berubah drastis terhadap apa yang Marquez lakukan terlebih jika dirinya berada di dekat Rossi ketika menunggang motor. Insiden di balapan hari Minggu hanya semakin menasbihkan Marquez sebagai public enemy number one bersama Lorenzo di mata mayoritas penggemar MotoGP dan juga penggemar Rossi. Continue reading