Getaway Singapore – #SuperSoccerGoesToSingapore Part 2

20150716_100100

Hari kedua dan hari terakhir kami di SG setelah wara-wiri di stadion, kami terbangun dua kali. Yang pertama untuk sahur (yeah, we didn’t forget our obligation in Ramadhan as a muslim), yang kedua bangun untuk melanjutkan aktivitas. Pada hari pertama, kami sudah berdiskusi 7 jam kosong sebelum penerbangan kembali ke Jakarta akan kami apakan. Tujuan pertama yang wajib dikunjungi ketika di SG tentu saja Merlion Park di Marina Bay. Tempat yang sebenarnya hanya begitu-begitu saja itu menjadi ikon pariwisata bagi SG. Please pay attention carefully, kalau kalian tidak sanggup berjalan jauh dari Stasiun Marina Bay ke Merlion Park gue sarankan langsung mengambil rute bus yang melewati Marina Bay dari penginapan. Jarak berjalan kakinya relatif lebih dekat untuk ditempuh dari pada dari Stasiun Marina Bay.

Yak, bisa ditebak kami yang saat itu tidak tahu seberapa jauh jarak Stasiun Marina Bay ke Merlion Park harus berjalan di tengah sengatan matahari pagi yang panasnya menyaingi oven pemanggang nastar (lho?) dan bersusah payah menyeret kaki kami untuk sampai di sana. We were fasting and we walked about 2 km away during the morning heat of Singapore. Tenggorokan luar biasa kering, kaki luar biasa pegal, tetapi tetap senyum cerah ceria ketika difoto. Hahahaha..

20150716_100129

Senyum kepanasan. xD

Kisah lucu bin nyesek hadir saat Nensi yang tidak punya uang kecil hendak memecah uang 50 dolarnya lantas membeli air mineral dingin di salah satu konter yang buka saat itu. Harganya luar biasa mahal, 3.75 dolar untuk satu botol 600ml air mineral which equals Rp.37.500. Di SG doank beli air mineral semahal beli secangkir kopi di Starbuck. Yeah… Sekali-kali ya, Nensi. X)))

20150716_100251

Hello, Merlion!

20150716_100703

Setelah puas foto-foto di Merlion Park (sebenarnya belum puas karena banyak spot bagus untuk difoto, cuma nggak bisa berlama-lama karena puanas luar biasa), kami beristirahat di cukup lama di sebuah halte bus sambil mencari-cari apakah ada bus yang langsung membawa kami ke tujuan selanjutnya ke Bugis. Well, Nensi yang mencari-cari sih, gue mah duduk bae karena enggap sehabis jalan jauh. Sebenarnya kami ingin mampir ke Orchard Road untuk sekedar berfoto di penanda jalannya, tapi waktunya sempit jadi kami melewatkannya.

Tahu tidak ada bus yang bisa membawa kami ke sana, maka pilihan satu-satunya adalah mencari stasiun MRT terdekat. I swear to God I thought we were lost. Udah tanya padahal, tapi tetap berputar-putar selama kurang lebih 1 jam hanya untuk menemukan stasiun terdekat. The thing is, stasiun MRT itu kalo enggak di atas ya biasanya di bawah tanah which is sometimes harder to find ketimbang halte bus. Akhirnya kami diarahkan ke Stasiun Raffles Place yang jaraknya jauh sekali dari Marina Bay, stasiun pemberhentian kami saat akan ke Merlion Park. Tidak apalah. As long as we were on the grid, we wouldn’t be lost.

Hopped we on the MRT and rode to Bugis. Alasan kami ke sana sih sederhana, di Bugis terdapat satu jalan yang menjual berbagai macam oleh-oleh yang biasa dibeli oleh para pelancong. Mencari jalan tersebut juga ternyata bukan perkara mudah. Kami masih harus kebingungan dan bertanya ke salah satu penduduk lokal yang kebetulan sedang berada di sekitar kami. Setelah mendapat petunjuk yang jelas, akhirnya kami bisa menemukan tempat tersebut juga. Sadar bahwa potensi Hari Raya Idul Fitri akan terjadi keesokan harinya sangat besar, kami tidak membeli banyak barang. Selain itu, alat tukar kami juga semakin menipis dan ransel kami tidak sanggup menampung terlalu banyak barang. Maka tidak sampai 1 jam, kami telah selesai membeli barang yang hendak kami beli.

Saat itu pukul 1.30 waktu setempat, kami masih punya dua jam sebelum penerbangan kami membuka konter check-in-nya. Namun karena kami tidak yakin kami bisa menempuh tujuan lain dalam waktu singkat tersebut, maka kami memutuskan untuk langsung ke bandara dan menghabiskan waktu di sana selagi beristirahat. Gue sebenarnya masih bersemangat jika tidak teringat bahwa sehabis mendarat di Jakarta gue masih harus melanjutkan perjalanan mudik ke Brebes.

Sambil membereskan barang-barang agar rapi dan teratur, gue mengingat kembali apa yang terjadi pada hidup gue dalam satu minggu tersebut. Memenangi kontes ini sangat berarti banyak buat gue. Setelah mencoba belajar menulis selama dua tahun kebelakang dan banyak mempublikasikan artikel di blog, ini merupakan tulisan pertama yang berhasil menerbangkan gue ke suatu tempat. I hope it was one of many upcoming articles that can do the same thing. Bisa menonton langsung pertandingan sepak bola di stadion meski bukan klub kesayangan, mengunjungi tempat yang biasanya hanya gue lihat di foto teman-teman yang sudah terlebih dulu mengunjungi SG, what more could I ask?

Bagi gue, perjalanan singkat ke SG ini mengingatkan gue akan perjalanan singkat ke Bali awal tahun lalu. Spontan, tanpa rencana, buta medan, dan pasrah akan apa yang menanti untuk di jumpai di perjalanan. Bedanya yang ini gratis, hahaha. Pengalaman yang didapat sungguh tidak terlupakan dan tidak dapat digantikan oleh apapun. Maka ucapan terima kasih tulus gue sampaikan untuk SuperSoccer yang telah mengadakan kontes blog ini dan membawa gue terbang ke Singapura sekalian menikmati pertandingan Arsenal, Everton, dan Stoke City. You guys have put the fire back into my torches of dreams. Sering-sering ngadain kontes blog, ya bro! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s