MotoGP Dutch 2015: Gentlemen’s Fights That Made Assen Sparked

image

Everyone will remember this fight in the next years.

Pertarungan antar pembalap untuk memperebutkan posisi puncak adalah hal yang langka untuk ditemui di balapan MotoGP di era modern. Nyaris empat seri penuh balapan dijadikan ajang One Man Show oleh Jorge Lorenzo saat dirinya merajai Jerez, Le Mans, Mugello, dan Catalunya. Maka saat para penggemar disuguhi pertarungan sampai titik penghabisan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di seri GP Belanda yang digelar Sabtu kemarin, riuh rendah sorak keseruan penonton dari sirkuit, televisi, bahkan linimasa Twitter seketika meledak.

Bahwa sudah ciri khas Rossi untuk memenangi balapan dengan pertarungan, kemenangannya kali inipun menjadi salah satu kemenangan tersulit baginya. Dirinya harus mengatasi perlawanan sengit Sang Juara Bertahan yang sedang mencoba bangkit dari keterpurukan. Seolah saling salip saja tidak cukup, balapan di Assen ditutup oleh aksi senggolan Marquez terhadap Rossi di tingkungan chicane terakhir yang menyebabkan Rossi keluar trek dan terpaksa harus mengambil jalan pintas melewati gravel untuk sampai di garis akhir dan mengklaim kemenangan ketiganya di musim ini.

Kontroversi hadir ketika pertanyaan-pertanyaan tentang insiden tingkungan terakhir tersebut diangkat oleh banyak akun pengamat MotoGP di Twitter dan komentatornya. Apakah legal bagi Rossi untuk memotong tingkungan terakhir? Ataukah justru tindakan Marquez yang memaksa Rossi melakukan hal tersebut?

Selama dua jam kedepan setelah balapan, publik dibiarkan untuk memberikan pendapat mereka sendiri dan berdebat. Mereka yang cenderung membela Rossi mengatakan bahwa Marquez memotong racing line milik Rossi sehingga dirinya tidak punya pilihan selain memotong jalur balapan melalui gravel yang licin. Sementara mereka yang lebih memihak Marquez berdalih bahwa Rossi lah yang sengaja menutup pergerakan Marquez ketika Marquez melihat kesempatan untuk menyalip Rossi.

Pada wawancara yang digelar setelah balapan, Marquez memang sudah mengindikasikan bahwa dirinya akan meninjau insiden tersebut bersama Rossi dan juga Race Director untuk melihat bahwa insiden tersebut adalah racing incident atau memang ada kecurangan yang dilakukan demi mendapat keuntungan salah satu pembalap.

Bagi gue, insiden antara Rossi dan Marquez memang murni bagian dari balapan. Tidak ada pihak yang dirugikan. Dalam hal ini, Rossi memang memiliki racing line tersebut, namun kita juga tidak bisa menyalahkan Marquez hanya karena dirinya melihat kesempatan untuk menyalip Rossi. Hal itu terjadi di lap akhir dan kita sudah beberapa kali menyaksikan kenekatan Marquez. Bagi pembalap yang haus kemenangan dan sedang mencoba membuktikan dirinya sendiri, kesempatan sekecil apapun akan diambilnya. Apapun resikonya.

Sementara Rossi yang kepemimpinannya di klasemen terancam oleh Lorenzo merasa kemenangan ini merupakan harga mati bagi dirinya untuk membuktikan kepada dunia bahwa dia masih serius mengejar gelar Juara Dunia kelas premiernya yang ke-8 setelah beberapa kali hanya mampu mengakhiri balapan di podium dua lantaran hasil kualifikasinya yang tak kunjung membaik. Maka sudah sewajarnya jika Rossi berusaha mencegah Marquez menyalipnya, terlebih di tingkungan terakhir saat chequered flag hanya beberapa meter di depannya menunggu untuk dikibarkan. Duapuluh lima poin penting untuk melonggarkan nafasnya sebagai pimpinan klasemen.

image

Frame by frame insiden Rossi vs Marquezdi Chicane terakhir. Buktidari keputusan tepat Race Director.

Pada akhirnya Race Director memutuskan bahwa kejadian ini adalah insiden balapan yang wajar. Mereka melihat bahwa Marquez yang menyenggol Rossi tidak berhasil mengungguli Rossi dalam prosesnya menyalip. Hal itu membuat posisi Rossi tidak berubah dan tidak ada keuntungan apapun yang didapatnya dengan memotong jalur balapan. Well, gue rasa itu memang alasan yang paling masuk akal dan dapat diterima oleh semua pihak dengan baik. Lagipula duapuluh lima poin tersebut akan lebih berguna untuk Rossi daripada Marquez. Setidaknya untuk saat ini.

Sumber Foto: Forum Fans MotoGP Indonesia

Advertisements

One thought on “MotoGP Dutch 2015: Gentlemen’s Fights That Made Assen Sparked

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s