Ducati Team 2015: Kebangkitan Tim Kuda Hitam

RTweb_Ducati_MotGP_Team_2015_01-1100x470

Ducati Team 2015 with Andrea Iannone and Andrea Dovizioso (google.com)

Di rentang musim 2010-2014, sepeninggalan Casey Stoner, Ducati tidak lagi menjadi pesaing tangguh bagi Honda dan Yamaha, dua pabrikan besar asal Jepang yang beberapa tahun belakangan mendominasi ajang MotoGP. Kisah indah dominasi Ducati bersama Stoner hanya bertahan dua musim saja di musim 2007 dan 2008. Sisanya merupakan rangkaian kefrustrasian yang terpaksa harus mereka telan bulat-bulat. Bahkan saat Sang Legenda Italia, Valentino Rossi yang diharapkan mampu mengangkat kembali kedigdayaan Ducati dan memenuhi impian para penggemarnya untuk menjadi juara dunia dengan motor yang pabrikannya berasal dari Italia juga tidak mampu melakukannya. Dirinya begitu frustrasi hingga hanya bertahan dua musim dan memilih untuk angkat kaki serta kembali menerima pinangan tim lamanya, Movistar Yamaha.

Karena tidak kunjung bersaingnya Ducati dengan Honda dan Yamaha sebagai pabrikan besar yang mensuplai MotoGP yang lantas mengurangi sengitnya persaingan di kelas MotoGP, Dorna pun memutuskan untuk ‘membantu’ Ducati beserta tim-tim non-factory lain dengan membuat regulasi yang membagi peserta MotoGP ke dalam beberapa kategori. Ducati dikategorikan kedalam tim Factory 2 yang mendapatkan beberapa keuntungan dibandingkan tim Factory utama. Keuntungan tersebut diantaranya adalah penggunaan bahan bakar yang bisa mencapai 24 liter (Factory: 20 Liter), opsi ban yang lebih banyak (Hard, Medium dan Soft), dan yang paling krusial adalah diperbolehkannya mereka untuk mengembangkan mesin sepanjang musim balapan tanpa ada batasan waktu.

Di musim 2014, posisi mereka sebagai tim Factory 2 dengan berbagai keuntungannya belum berdampak ke dalam persaingan papan atas. Tercatat Ducati hanya berhasil membawa Andrea Dovizioso sekali menaiki podium di Assen dalam kondisi kering, sementara Cal Crutchlow yang meraih podium di trek basah Aragon tidak termasuk hitungan. Setelah itu, kiprah Ducati kembali menjadi tim medioker yang hanya bisa bertarung dengan kelompok pembalap ke dua. Padahal komposisi tim saat itu diisi oleh Dovizioso yang menyandang satu gelar di kelas 125cc dan Cruthlow yang musim sebelumnya berhasil tampil mengejutkan dengan Monster Yamaha.

MotoGP2015-Desmosedici_Standard-01_634x357_634x357

Ducati Desmosedici GP15 (Taken from Ducati.com)

Lalu datanglah musim 2015 yang pertarungan perdananya digelar di bawah gemerlap guyuran cahaya lampu di Losail, Qatar. Ducati yang kini ditunggai oleh Dovizioso dan Andrea Iannone berhasil membuat kejutan di balapan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan seluruh penggemar MotoGP. Kendati Dovizioso tidak meraih kemenangan, namun perlawanannya yang sengit sepanjang balapan terhadap kedua pembalap Movistar Yamaha membuat penonton menahan nafas. Bahkan Rossi yang sudah melewati banyak pertarungan spektakuler di karirnya menyebut bahwa balapan malam itu adalah salah satu balapan terbaiknya. Iannone juga berhasil merebut tempat ketiga dari Lorenzo yang catatan waktunya terus menurun semenjak pertengahan balapan karena masalah pada helmnya.

Memang semenjak tes pramusim Ducati beberapa kali menyalip catatan waktu dari para pembalap Repsol Honda dan Movistar Yamaha. Bahkan pada tes pramusim terakhir yang digelar di tempat yang sama Dovizioso dan Iannone menguasai catatan waktu tercepat di tiga besar dan hanya dipisahkan oleh catatan waktu Marc Marquez. Pada kualifikasi yang digelar sehari sebelum balapan pun Dovizioso mengalahkan waktu tercepat Dani Pedrosa dengan Honda-nya dan meraih pole position perdananya di musim ini. Kejutan Ducati di kualifikasi tidak sampai di situ saja. Tim satelit yang disuplai dengan motor yang sama, Pramac Ducati, berhasil menempatkan Yonny Hernandez di grid ke 5 mengalahkan catatan waktu duo Movistar Yamaha.

Sebelum balapan di Losail digelar, tidak akan ada yang menyangka bahwa ancaman Ducati kali ini bukan hanya gertakan sambel yang biasa mereka lakukan di musim-musim sebelumnya. Mengingat kembali balapan di akhir pecan kemarin (Senin WIB), orang-orang bakal bergidik ngeri dengan kecepatan yang ditunjukan motor Ducati di trek lurus. Jelas sekali bahwa motor mereka telah berkembang pesat dari apa yang sudah mereka kerjakan di musim 2014. Balapan di Losail juga membuktikan bahwa status Factory 2 yang mereka sandang tidak berpengaruh sama sekali karena kedua pembalapnya membalap menggunakan komponen ban hard dan medium dengan konsumsi bahan bakar yang hanya 22 liter.

winglet1-GP15-3

Wing let di fairing Desmosedici GP15 (taken from google.com)

Konon rahasia ganasnya Desmosedici GP15 terletak pada sayap kecil yang dipasang di fairing-nya. Hal itu menyebabkan udara yang menerjang dari depan dapat mengalir melalui jalan bawah sehingga mengurangi downforce dan menambah daya cengkram pada ban ketika keluar dari tingkungan. Dengan bertambahnya grip, tentu hal ini turut mengurangi catatan waktu yang harus dilahap dalam satu lap. Pencetus ide tersebut adalah Luigi Dall’igna, sang Sporting Director. Berkat apa yang dia dan timnya kembangkan, kini Ducati mempunyai peluang untuk kembali mengangkat derajat mereka dari status tim medioker menjadi pesaing terberat bagi kedua pabrikan besar asal Jepang.

Melihat apa yang terjadi di Losail Minggu lalu, pihak yang disenangkan tidak hanya Ducati Team semata, tetapi juga para penggemar MotoGP yang merindukan pertarungan-pertarungan klasik dan menegangkan dari mulai lampu di padamkan sampai chequered flag dikibarkan. Hal yang sangat di sayangkan di hari Minggu itu mungkin keabsenan Marquez dan Pedrosa di pertarungan tersebut mengingat power Honda hampir sama mengerikannya dengan power Ducati jika bertarung di trek lurus dengan Yamaha. Memang terlalu dini untuk menilai bahwa tidak akan ada dominasi yang digagasi oleh satu tim dan satu pembalap mengingat Marquez dengan Honda-nya masih menjadi ancaman serius jika tidak banyak kesalahan yang dibuatnya. Namun setidaknya kalaupun hal itu terjadi kali ini tidak hanya satu tim saja yang berdiri di jalan mereka, melainkan satu lagi tim besar yang membawa warna merah putih sebagai warna kebanggan mereka.

Welcome back to the business, Ducati!

*Data diperoleh dari berbagai sumber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s