Bursa Transfer 2014/2015: Berbenah A La Manchester United

image

Pemain yang datang di bursa transfer musim 2014/2015 (Atas: Luke Shaw, Ander Hererra, Marcos Rojo - Bawah: Angel Di Maria, Daley Blind, Radamel Falcao)

Bursa transfer musim 2014/2015 telah resmi di tutup tadi pagi Waktu Indonesia Bagian Barat. Kedatangan pemain yang mengejutkan dan kepergian pemain yang tak kalah mencengangkan sudah menjadi santapan para penggemar sepak bola. Di Liga Inggris sendiri beberapa klub sibuk berbenah demi memaksimalkan performa tim mereka. Meski begitu banyak terjadi anomali di bursa transfer kali ini. Misalnya klub-klub yang biasanya gemar berbelanja besar-besaran nyaris adem ayem. Chelsea yang biasanya jor-joran ‘hanya’ ketahuan membeli Cesc Fabregas, Diego Costa, Filipe Luis, dan yang terakhir Loic Remy. Thibaut Curtois tidak termasuk pembelian karena dirinya sudah menjadi pemain Chelsea bahkan ketika bermain untuk Atletico Madrid. Manchester City dan Arsenal juga relatif pasif. Lantas klub Inggris mana yang paling sibuk berbenah dalam bursa transfer kali ini? Jawabannya bisa beragam. Antara Liverpool yang sampai membeli sepuluh (atau lebih?) pemain sekaligus (termasuk ke dalamnya adalah transfer Si Bengal Mario Balotelli dari AC Milan), atau Manchester United yang walau musim lalu reputasinya bak bintang yang jatuh dari langit dan terbakar atmosfer bumi lalu hancur berantakan tetap bisa mendatangkan setidaknya enam pemain bintang.

Setelah mengalami musim yang mengecewakan dengan hanya finish di posisi tujuh klasemen akhir EPL musim 2013/2014, Manchester United seperti tidak ingin mengulang kesalahan yang sama di mana pada bursa transfer musim itu mereka hanya bisa mendatangkan Maroane Fellaini dengan harga yang kelewat mahal menilik performanya di United sekarang. Pasca menetapkan Louis Van Gaal sebagai The Gaffer, United mulai berburu pemain yang berada di daftar kedatangan milik Van Gaal.

Pembelian pertamanya ada Ander Hererra dari Athletic Bilbao yang kabarnya sudah diincar United semenjak bursa transfer Januari lalu. Kedatangannya bakal melengkapi gelandang tengah yang belakangan hanya bisa efektif ketika Darren Fletcher dan Michael Carrick dipasangkan secara bersamaan. Seminggu kemudian datang bek kiri muda dari Southampton, Luke Shaw. Meski maharnya kelewat mahal untuk ukuran pemuda 19 tahun, namun Shaw dipercaya bakal bisa mengisi pos yang ditinggalkan Patrice Evra untuk jangka waktu yang panjang.

Selepas Piala Dunia, United kembari bergerilya dan Marcos Rojo menjadi nama selanjutnya yang mampir di Old Trafford. Posisi natural Rojo adalah bek kiri, namun dirinya bisa dimainkan menjadi wing back dan bek tengah. Lalu nama yang paling menggemparkan jagat sepak bola atas kepindahannya ke United adalah Angel Di Maria. IYA, ANGEL DI MARIA YANG MENJADI MAN OF THE MATCH DI FINAL LIGA CHAMPIONS MUSIM LALU ITU! Dari sekian banyak klub besar yang ingin meminangnya termasuk Paris Saint Germain, Di Maria lebih memilih pergi ke klub semenjana yang musim ini absen dari keikut sertaan mereka di Liga Champions. Sulit dipercaya memang, tapi itulah yang terjadi. Soal skil, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi soal Di Maria. Reputasinya sudah mendahului langkah kakinya di Manchester.

Dua pembelian terakhir United dilakukan di menit-menit menjelang penutupan. Ada Daley Blind yang dibeli dari Ajax Amsterdam dan Radamel Falcao yang dipinjam semusim dengan opsi pembelian di akhir musim dari AS Monaco. United benar-benar menggila di musim transfer kali ini. Siapa sangka Ed Woodward akhirnya bisa memenuhi ekspektasi para penggemar United dalam mendatangkan pemain berkelas guna mengakomodasi tim yang sedang dibangun oleh Van Gaal setelah musim lalu gagal total.

Kabar buruk dari banyaknya pemain yang datang, banyak pula pemain yang harus disisihkan demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Setelah sebelumnya ditinggal trio pemain belakang (Nemanja Vidic, Evra, Rio Ferdinand) dan Nani yang (dipinjamkan ke Sporting Lisbon), kini United harus melepas Shinji Kagawa (kembali ke Borussia Dortmund), Javier Hernandez (dipinjamkan ke Real Madrid dengan opsi permanen), dan terakhir Dani Welbeck (ke Arsenal) yang sudah pasti posisinya tidak terjamin di tim utama setelah Falcao datang. Apapun itu, meski melihat mereka pergi adalah kesakitan yang akan membekas di hati para penggemar United, keputusan ini adalah demi kebaikan mereka sendiri yang tidak mendapat waktu bermain yang banyak jika mereka bertahan di United.

Sudah jelas revolusi besar-besaran sedang terjadi di United melalui bongkar pasang beberapa pemain. Mengingat performa United di tiga pertandingan awal musim yang masih monoton dan mudah terbaca, jelas kedatangan beberapa pemain tersebut diharapkan bisa meningkatkan performa tim secara keseluruhan. Meski Van Gaal selalu mewanti-wanti kalau filosofi yang coba dia terapkan di tim tidak akan bisa merubah tim secara instan, tapi setidaknya sebuah kemenangan dari performa buruk akan lebih baik ketimbang permainan bagus tapi hanya mendapat hasil imbang. Kemenangan juga lah yang akan membawa kesegaran pada dahaga para penggemar United yang sudah kepalang berharap terlalu tinggi lantaran hasil pre-season United yang begitu meyakinkan. Semoga trasfer jor-joran yang dilakukan United musim ini tidak berakhir dengan kesia-siaan.

Advertisements

6 thoughts on “Bursa Transfer 2014/2015: Berbenah A La Manchester United

  1. Yg perlu dibenahi Adalah lini belakang… yg tak membuat barisan pertahanan yg kokoh n sulit di tembus oleh strikerrr…. Beserta Gelandangg…. Coba Beli Pemain2 Yg sudah berpengalaman…. Bek tangguh Eks MU tak punya pengganti… Vidic, Ferdinand and Evra…. GGMU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s