Serangan Balik Pedrosa

Dani Pedrosa celebrates winning the Czech Grand Prix in Brno on Sunday.

Dani Pedrosa celebrates winning the Czech Grand Prix in Brno on Sunday. (Courtesy of The Guardian)

Sebelum balapan memasuki seri Brno, gue pikir tidak ada lagi yang akan memenangi balapan selain Marc Marquez. Mengingat dominasi Marquez yang nyaris tak tertandingi, pikiran seperti itu terlihat wajar saja. Terlebih setelah dirinya berhasil mengukuhkan pole position ke-9 di musim ini. Sampai Brno merampungkan balapan dan akhirnya nama dan wajah baru berdiri di podium puncak. Well, he is not exactly a new guy though.

Butuh sepuluh seri bagi Dani Pedrosa menunggu kemenangan hadir padanya di musim ini. Dirinya pasti merasa lega menyambut seri Silverstone dua minggu ke depan setelah dirinya berhasil membuktikan bahwa bukan Marquez saja yang akan berjasa terhadap tim yang sudah dibelanya semenjak tahun 2006 dalam merengkuh juara konstruktor dan tim musim ini. Selain kemenangan, dia juga berhasil memutus mata rantai rekor yang hendak dipecahkan oleh rekan setimnya itu. Serangan balik yang sangat telak ketika Marquez sedang berada dibawah tekanan untuk membuat rekor baru.

Dani Pedrosa wins Brno MotoGP 2014

He stops Marc Marquez from making a new record. (Courtesy of Autosport)

Perdrosa memenangi balapan Brno dengan ciri khasnya dalam memenangi setiap balapan selama karirnya di MotoGP. Making a good start, overtaking two or three riders up front, and then leaving everybody behind. Dia tahu ketika dirinya akan memenangi sebuah balapan, dia tidak akan ragu untuk mengerahkan segala kemampuan yang dia punya. Pedrosa termotivasi tekanan dari segala sisi ketika selama ini dia harus melihat rekan satu timnya menggila sementara performanya begitu-begitu saja. Ditambah kehadiran Alberto Puig, mantan manajernya menyempatkan diri untuk ‘menjenguknya’ di Brno. Semua orang bakal yakin bahwa Puig adalah salah satu orang yang memotivasi dirinya untuk kemenangan yang diraihnya hari Minggu kemarin. Senang melihatnya kembali ke jalan kemenangan saat olah raga ini sangat membutuhkan seorang pemenang baru yang mampu menandingi Marquez. Senyumnya di podium terlihat lebih lebar dan tulus dari biasanya.

Terlepas dari masalah yang menimpa Marquez sampai dirinya terdampar di posisi empat saat para pembalap melewati garis finish, apa yang dilakukan Pedrosa adalah hal yang perlu diingat oleh para penggemar MotoGP bahwa Marquez tidak akan merengkuh gelar juara dunia yang sudah digenggam oleh satu tangannya dengan semudah itu. People will fight back, dan semuanya dimulai pada titik di mana para pembalap semakin percaya bahwa kemenangan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih oleh pembalap selain Marquez. Dani Pedrosa telah membuktikan hal itu.

Meski rekor kemenangan Marquez sudah terputus, Honda membuktikan bahwa dominasi mereka tidak serentan rentetan kemenangan Marquez. Pedrosa yang hari Minggu kemarin membalap dengan fokus yang luar biasa berhasil memaksimalkan performa motornya sehingga kompetitor terdekatnya, yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dengan Yamaha milik mereka atau bahkan Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone yang dalam kualifikasi berhasil merangsek ke grid terdepan dengan Ducati-nya, tidak mampu membendung Pedrosa. Gue yakin Yamaha dan Ducati sudah sangat dekat untuk melawan dominasi dari Honda terbukti dengan seringnya para pembalap mereka bertarung di grup depan. Tentang kapan mereka akhirnya bisa mengalahkan Honda, well, mereka masih punya tujuh seri berikutnya untuk pembuktian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s