A Daydreamer’s Dreams

dream

“Bermimpilah, Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” – Edensor, A Novel by Andrea Hirata

It’s always been England. Negeri dengan warisan kebudayaan dan sejarah yang melimpah. Negeri yang terkenal mahir dalam mengelola industri sepak bola modern. Negeri yang bagi sekumpulan orang seperti gue hanya sebagian kecil dari mimpi-mimpi besar kami yang terlalu sulit untuk dijangkau. Tidak ada yang salah dengan bermimpi untuk mengunjungi Negeri Sang Ratu Elizabeth karena mimpi adalah gambaran dari apa yang gue usahakan sekarang untuk masa depan gue. Saat sahabat gue telah sampai ke negeri impiannya, Turki, dengan hasil jerih payahnya sendiri selama bekerja kurang lebih dua tahun, maka gue, anak kemarin sore yang baru lulus kuliah hanya punya sepuluh jari untuk setidaknya berusaha mewujudkan mimpi gue mengunjungi Inggris. Bukannya tanpa alasan gue begitu ngotot ingin mengunjungi Inggris, I mean I have a lot of reasons why I need a ticket to England right away.

IMG00442-20140531-1730

Fancy a snack?

Alasan pertama yang paling mendasar bagi gue adalah Continue reading

I, Sherlock Holmes, and The Red Treasure Adventure

Mr. Potato3

Behind me is the logo of my Red Treasure

Aku baru saja menyelesaikan sarapanku di salah satu kedai kopi di suatu sudut kota London. Dengan mata yang masih merah akibat jam tidur yang berantakan, aku menatap The Eye sebagai pemandangan megah yang membuat kedai kopi sederhana ini banyak diminati para warga lokal maupun wisatawan. Aku menyeruput setengah cangkir capuccino yang aku pesan untuk melengkapi sarapanku dan menghangatkan tubuhku yang tidak terbiasa dengan udara dingin kota yang baru kali ini aku sambangi.

Musim sudah nyaris berganti ketika hangatnya cahaya matahari tidak bisa mengalahkan gigitan angin yang kerap membelai daun-daun tua dipohon sepanjang taman yang aku lalui saat beranjak dari hotel sederhanaku ke kedai kopi sederhana ini. Sejenak aku merenung mempertanyakan tujuanku yang semu dengan berada di salah satu belahan dunia asing ini. Ayah sempat menentangku ketika aku hendak mengikuti naluriku untuk mengejar apa yang menurutnya absurd. Continue reading

A Sideway Glance – Komedi a la MotoGP

Official MotoGP Logo

Official MotoGP Logo

Balapan MotoGP sangatlah identik dengan keliaran yang dipertontonkan di jalanan yang didesain khusus untuk saling bermanuver antara satu pembalap dengan pembalap lainnya menggunakan motor berat dengan kecepatan yang nyaris menyaingi pesawat jet. Beberapa pelakunya cenderung terlihat misterius dan hanya membicarakan apa yang berhubungan dengan balapan atau mesin dari tunggangan mereka ketika berhadapan dengan media. Namun tahukah anda bahwa belakangan MotoGP melakukan inovasi yang luar biasa untuk memasukan unsur komedi kedalam ajang yang hampir selalu membawa ketegangan jika ditonton?

Adalah program dengan tajuk A Sideway Glance yang berhasil menguak betapa busuknya kelakuan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia MotoGP di luar urusan mereka bermanuver di atas sirkuit atau mengotak-atik mesin motor dengan para mekanik mereka. A Sideway Glance pertama kali diluncurkan pada musim 2013 dengan merilis satu video feature berdurasi kurang lebih 3 menit untuk masing-masing seri yang dilakoni oleh para pembalap di chanel Youtube resmi MotoGP. Entah orang gila mana yang Continue reading

[REVIEW] The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro

Image

The Amazing Spider-Man is up against three enemies at once.

Another superhero sequel has landed in the cinema. Setelah dibuat terkejut oleh Captain America: The Winter Soldier yang cenderung gelap dan serius, kali ini Sony Pictures menyusul dengan merilis squel dari The Amazing Spider-Man tahun 2012 dengan The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro (TASM2). Kemunculan sang Manusia Laba-laba ini sudah ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar film semenjak teaser dan musuh-musuhnya dirilis. Akan seperti apa tindakan Spider-Man yang melawan tiga musuh sekaligus dalam satu film? Akankah porsi dari masing-masing vilain seimbang? Kurang lebih kekhawatiran-khawatiran itulah yang muncul dari khayalak ramai. Namun sang sutradara, Marc Webb, dan kerjasama apik para penulis skenario yang terdiri dari Alex Kurtzman, Roberto Orci, dan Jeff Pinkner berhasil menjawab keraguan dari para penikmat film dengan membawa warna baru yang suram namun tetap menyegarkan pada benang merah cerita dari Spider-Man. TASM2 menjelma menjadi film superhero yang mewah ditinjau dari sudut manapun.

TASM2 sendiri menceritakan Peter Parker yang berusaha menikmati hidupnya pasca kejadian yang membuat takdirnya berputar 180 derajat di film pertama. Meski kerap dihantui oleh bayangan mendiang Continue reading