[REVIEW] Captain America: The Winter Soldier

Image

The official poster of Captain America: The Winter Soldier

Sebagai pengikut setia film-film adaptasi komik Marvel terutama yang diproduksi oleh Marvel Studios, gue sangat menikmati perjalanan film-film yang dibungkus dalam tajuk utama Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 2 hingga sampai pada The Avengers: Age of Ultron yang akan dirilis tahun depan. Dari mulai Iron Man 3, Thor: The Dark World, sampai pada akhirnya Captain America: The Winter Soldier yang rilis di Indonesia pada 2 April 2014, dua hari lebih awal dari jadwal rilis di Hollywood.

Captain America: The Winter Soldier menceritakan Steve Rogers yang harus memerangi organisasi yang dulu pernah dia perangi dimasa lalunya. Sambil meyakinkan dirinya siapa yang sebenarnya harus dia percaya ditengah para pengkianat yang kian ketat melingkupi hidupnya, sang Avenger pertama ini juga menghadapi musuh yang tidak pernah disangka-sangka akan hadir ditengah peperangan yang sedang dihadapinya, seorang pembunuh misterius berlengan baja, The Winter Soldier. Bersama dengan Natasha Romanoff, The Black Widow, dan Sam Wilson a.k.a The Falcon yang menjadi sidekick-nya, Steve berusaha menghentikan apa yang tengah direncanakan oleh para musuh dalam selimutnya itu terhadap Amerika.

Semenjak Marvel mengumumkan subtitle untuk Captain America 2 adalah The Winter Soldier, gue sangat antusias menunggu filmnya untuk dirilis. Gue memang jarang sekali membaca komik keluaran Marvel, namun internet membantu gue untuk tahu bahwa The Winter Soldier adalah sosok dari masa lalu Steve yang disangka telah mati pada sebuah misi yang mereka jalani bersama. Ide mengangkat karakter The Winter Soldier pada film kedua Captain America memang belum memberikan gambaran yang jelas cerita yang mana yang akan diadaptasi oleh sutradara Anthony dan Joe Russo. Tetapi setidaknya subtitle tersebut membawa harapan bahwa gue masih bisa melihat si ganteng Sebastian Stan dengan tampilan dan peran yang baru nantinya.

Beberapa karakter yang muncul dalam film ini kebanyakan adalah karakter yang sudah dikenal dari film-film Marvel sebelumnya dengan tambahan wajah-wajah baru yang segar. Masih ada Chris Evans dengan tubuh atletisnya yang aduhai dan kepiawaiannya memerankan Captain America yang diceritakan sedang ‘tersesat’ di tahun yang sedang dijalaninya. Hand-in-hand combat yang dilakoni Evans dibeberapa scene dengan kostum yang makin oke membuat gue berfikir bahwa tidak ada orang yang lebih sempurna lagi yang bisa memerankan Captain America selain dirinya. Kemudian ada Black Widow yang kembali diperankan oleh Scarlett Johanson. Kali ini Natasha Romanoff yang tampil dengan rambut lurusnya berhasil membuat gue terkagum-kagum dengan apa yang dilakukannya sepanjang film. Seorang cewek seperti gue saja terus bergumam “Damn, she’s hot” setiap kali Black Widow menyelesaikan perkelahian. She’s just amazing! Sementara peran Sebastian Stan semakin mentereng saja sebagai pembunuh bertangan kiri baja sekaligus musuh utama Captain America. Rambut gondrong dengan mata yang menatap tajam itu sungguh menggoda.Tak kurang dari nama-nama beken lainnya seperti Samuel L. Jackson yang masih memerankan pimpinan S.H.I.E.L.D bermata satu Nick Fury, Robert Redford sebagai Alexander Pierce (sang pimpinan senior S.H.I.E.L.D yang ternyata menjadi otak dibalik semua kejadian ganjil difilm), Anthony Mackie sebagai Sam Wilson a.k.a The Falcon yang menjadi sidekick Captain America, melengkapi jajaran cast dan membuat benang merah dari film ini jadi lebih hidup.

Image

Kenal dengan wajahnya? Kalau kalian nonton Captain America: The First Avenger (2011) pasti tahu siapa sebenarnya The Winter Soldier ini.

Gue menyukai karakter-karakter yang muncul difilm ini terlebih sang tokoh utama Captain America dan Black Widow, namun ada dua karakter baru yang berhasil mencuri perhatian gue dari kedua jagoan itu. Keduanya adalah sang super assassin musuh utama Captain America, The Winter Soldier dengan tatapan matanya yang dingin dan menusuk serta jarang berdialog itu, dan Sam Wilson alias The Falcon dengan sayap buatan dipunggungnya yang super duper cool. I’ll tell you what, FALCON IS THE COOLEST SUPERHERO’S SIDEKICK I’VE EVER KNOWN!

Image

Sam Wilson a.k.a The Falcon. HE HAS HIS OWN WINGS!!

Bagian paling menarik bagi gue difilm ini adalah ketika bagian dari masalalu Steve muncul difilm kedalam versi tahun yang sedang Steve jalani. Banyak hal dari film terdahulunya, Captain America: The First Avenger yang diungkit difilm ini. Bagi kalian yang belum menonton mungkin akan sedikit tersesat dengan alurnya. Beberapa adegan yang membuat gue sedikit ‘terguncang’ adalah percakapan antara Peggy Carter yang renta dan sakit-sakitan dengan Steve, ketika Steve merobek topeng The Winter Soldier dan menyadari siapa sosok dibalik topeng tersebut, bagian klimaks paling akhir malah berhasil membuat gue mengeluarkan airmata. Dari sekian banyak film superhero yang gue tonton, baru kali ini gue berhasil dibikin nangis. Memang dahsyat kekuatan persahabatan.

Captain America The Winter Soldier sangat menarik tidak hanya dilihat dari segi penceritaan yang melibatkan konflik politik pada film superhero (which is rare), tetapi juga dari cinematography yang keren. Meski tidak semegah The Avengers (2012) atau Thor: The Dark World (2013) karena film ini lebih menonjolkan pertarungan jarak dekat, namun Marvel tetap berhasil membuat setiap penonton yang keluar dari gedung bioskop terlihat sumringah. Film-film seperti ini menurut gue layak untuk dihargai dengan menyaksikannya dalam format 3D atau IMAX 3D. Durasi sepanjang apapun akan terasa sangat singkat.

Beberapa hal yang menurut gue kurang difilm ini salah satunya adalah humor khas Marvel yang biasa terlontar jelas cenderung tenggelam ditelan ketegangan yang begitu intense sepanjang film berlangsung. Hanya sebagian orang saja yang berhasil menyadarinya. Oh, satu lagi yang menurut gue kurang, WHERE THE HELL WAS THE OPENING TITLE? Gue menanti hal yang satu itu muncul semenjak adegan pembuka, bahkan semenjak gue nonton Thor: The Dark World. Bayangan gue tentang opening title Captain America: The Winter Soldier yang megah pun seketika buyar karena ternyata cerita berlanjut sampai film selesai. :/

Image

Opening title yang hilang dari film

Banyak orang bilang Captain America: The Winter Soldier adalah film terbaik yang pernah diproduksi Marvel Studios sejauh ini, dan gue setuju akan hal itu. Ketegangan yang intens, penceritaan yang rumit, keterlibatan unsur politik, keharuan yang tercipta dari kilasan masalalu Steve, pertarungan jarak dekat yang mengangumkan, dan beberapa kejadian yang mengejutkan berhasil membuat para penggemarnya berbahagia. Belum lagi kejutan yang dihadirkan pada akhir film setelah credit roll pertama yakni cameo dari beberapa karakter baru yang akan muncul di The Avengers: Age of Ultron tahun depan, dan setelah credit roll yang kedua dimana The Winter Soldier sendiri mengunjungi exhibits Captain America di museum untuk mencari tahu tentang jati dirinya. Satu harapan gue untuk The Winter Soldier, please make him a good guy alongside Captain America in the next Capt.’s movie just like in the comic books. 😀

Rate: (9/10)

Advertisements

4 thoughts on “[REVIEW] Captain America: The Winter Soldier

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s