Akhir Mengecewakan di Drama Old Trafford

Phil Bardsley; Craig Gardner Manchester United v Sunderland - Capital One Cup 01222014

Phil Bardsley dan Craig Gardner saat merayakan gol penyeimbang bagi Sunderland. (taken from Goal.com)

Manchester United menjamu Sunderland di Old Trafford pada lanjutan leg ke-2 semifinal Capital One Cup setelah sebelumnya keduanya bentrok di Stadium of Light yang berakhir dengan keunggulan Sunderland 2-1. Semuanya berjalan lancar selama 90 menit waktu normal meskipun United tidak bermain sebaik dan sesemangat para pemain Sunderland. Johnny Evans berhasil membuat agregat gol menjadi 2-2 melalui tandukannya di penghujung babak pertama.

Peraturan baru Capital One Cup yang mengharuskan kedua tim melanjutkan ke babak perpanjangan waktu sebelum keunggulan agregat gol dihitung tiba-tiba saja menjadi krusial karena United hanya mampu mencetak satu gol selama 90 menit pertandingan waktu normal. Para penggemar United sudah mendengar gaung stadion Wembley tatkala babak perpanjangan waktu paruh kedua nyaris rampung tanpa gol. Kemudian petaka terjadi ketika David De Gea tiba-tiba saja lengah untuk memblok tendangan dari Philip Bardsley sehingga bola malah memantul dan masuk kegawangnya sendiri. Sungguh ujian berat untuk dirinya. Pada titik itu suporter United sudah mengucapkan selamat tinggal pada impian bahwa tim mereka akan ke Wembley musim ini untuk babak final COC. Hingga Chicharito mengembalikan kepercayaan mereka lagi dengan gol dramatisnya di penghujung laga.

Selanjutnya laga dilanjutkan dengan adu penalti. Gue sempet mendengar kalimat komentator yang menyatakan bahwa babak adu penalti ini bisa memperbaiki posisi De Gea dimata para suporter yang tadinya dianggap villain menjadi hero. Well, itu juga yang sebenarnya diharapkan oleh suporter United. Penendang pertama dari Sunderland dan United sama-sama gagal mengarahkan bolanya tepat ke gawang, sementara penendang kedua Sunderland tendangannya berhasil diselamatkan De Gea dan penendang kedua United yakni Darren Fletcher berhasil mengecoh kiper Sunderland. United dalam posisi unggul. Para penggemar kembali diatas angin. Lantas sisa penendang dari kubu United mengacaukan semuanya sementara dua dari tiga penendang sisa Sunderland dengan mudah mengecoh De Gea. United gagal memanfaatkan momentum dan kali ini tidak ada waktu untuk memperbaiki kesalahan. Tak akan ada Derby Manchester di final Capital One Cup.

Sejujurnya United memang tidak terlihat ‘niat’ memainkan leg ke-2 semifinal COC ini. Terlihat perbandingan serangan yang dilancarkan oleh keduan tim. United mudah kehilangan bola dan tidak jelas dalam membentuk skema penyerangan. Babak kedua bahkan lebih menyedihkan lagi. United tidak mampu untuk menyelesaikan serangan-serangan yang mereka bangun sendiri dan beberapa pemain mulai berambisi untuk menjadi pahlawan United dengan melancarkan beberapa tendangan jarak jauh padahal jelas-jelas di depannya ada yang lebih berpeluang.

Disisi lain Sunderland sangat getol untuk membongkar pertahanan United dan mencari celah untuk memperbesar agregat gol mereka. Beberapa kali serangan mereka membuat jantung suporter United berhenti berdetak. Daya juang mereka yang luar biasa membuat suporter United sadar bahwa United tidak bermain cukup baik saat itu dan sebuah gol cepat atau lambat akan datang pada pihak Sunderland. Hell, kerja keras mereka terbayar lunas dengan satu tempat di final yang akan mereka jalani melawan Manchester City bulan Maret nanti.

Jika dilihat secara menyeluruh, memang Sunderland dinilai lebih pantas untuk melaju kebabak final. United memang berjuang semampu mereka untuk melaju ketahap final, tapi perjuangan mereka tidak sekuat dan seteguh para pemain Sunderland. Lihat saja bagaimana manager Sunderland memberi semangat para pemainnya menjelang perpanjangan waktu ataupun sebelum adu penalti. Itu adalah semangat juang yang menunjukan bahwa mereka serius menginginkan tempat di final. Perjuangan mereka tidak sia-sia. They truly deserved it.

Sedangkan untuk Manchester United, satu kompetisi lagi hilang dari genggaman. Orang-orang memang benar tentang jangan selalu menyalahkan David Moyes disetiap kekalahan, namun kekalahan itu juga tanggung jawab pemain. Gambaran paling jelas tentang betapa kurangnya semangat juang para pemain United terlihat pada pribadi dari mereka yang mewakili tim untuk adu penalti. They were aweful. Bahkan pemain amatir pun tidak seburuk itu dalam mengambil tendangan penalti.

Kapan permainan United akan membaik jika para pemainnya saja seperti enggan untuk memberikan yang terbaik untuk klub yang dibelanya di lapangan? Bagaimanapun, situasi seperti ini harus segera di atasi dengan cara apapun. Masih ada harapan untuk United bisa memperbaiki permainan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Target menembus empat besar EPL masih menjadi prestasi minimun yang harus diraih United musim ini. Kesempatan juga masih terbuka untuk United di Liga Champions walau secara kasat mata dipandang sulit. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana usaha semua elemen di United untuk meningkatkan performa tim mereka. Para suporter hanya bisa mendoakan yang terbaik sambil terus meneriakan dukungan dan semangat untuk tim kesayangan mereka yang sedang mengalami krisis dengan harapan suatu saat mereka bisa melihat lagi The Mighty United yang biasa mereka jumpai disetiap pertandingan yang United jalani.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s