Semua Orang Benci Manchester United

Image

Well, this sums up all (pic via Google)

Apa reaksi kalian ketika Manchester United mengalami kekalahan kesekian kalinya musim ini saat dipecundangi Chelsea kemarin malam? Gue sebagai suporter mereka hanya bisa menghela nafas kekecewaan yang sangat panjang. Jika kalian adalah suporter United juga, mungkin reaksi kalian kurang lebih sama dengan reaksi gue. Beberapa dari kalian bahkan mulai bertindak dan berucap sarkastik dan memulai lagi kampanye #MoyesOut di media sosial. Satu kekalahan lagi yang membuat haters semakin kencang mencela para fans dan suporter United dengan segala cara. Tampaknya mereka sangat senang dengan apa yang sedang United alami sekarang. Melebihi kebahagiaan yang mereka rasakan ketika tim mereka memenangi sebuah pertandingan.

Haters (para pembenci) akan selalu menjadi bagian dari dunia sepakbola seperti halnya kehadiran para fans dan suporter. Semua klub sepakbola di dunia punya haters yang akan senantiasa tertawa lantang ketika tim yang mereka benci mengalami kekalahan pahit. Sebagian haters ini terlahir dari para suporter klub rival mereka yang umumnya klub sepakbola sekota. Haters Arsenal pastilah suporter Tottenham, haters Liverpool sudah barang tentu suporter Everton, haters Manchester City adalah suporter Manchester United, dan begitu seterusnya yang terjadi dengan klub sepakbola lain baik di Inggris maupun di luar Inggris. Walaupun begitu, gue perhatikan selalu ada pengecualian tentang Manchester United dalam urusan haters ini.

Hal unik tentang haters United adalah mereka tidak datang dari suporter klub rival sekota saja. Ketika United mengalami kekalahan, tidak hanya suporter Manchester City yang merasa bahagia dan mencela United habis-habisan, tetapi juga suporter Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham, Everton, bahkan hampir seluruh penggemar sepakbola Inggris akan menghabisi United dengan kata-kata celaan halus maupun kasar mereka. Bahkan fernomena yang terjadi (mungkin) hanya di Indonesia, para penggemar klub sepakbola beda liga pun ikut campur tangan perihal kekalahan United. Mayoritas dari para haters ini membenci Manchester United dengan berbagai alasan. Ada mereka yang benci karena menganggap United terlalu banyak dibantu wasit dalam setiap pertandingan yang mereka menangkan sehingga mereka bisa juara, ada juga yang berterus terang dengan menyatakan kebosanannya terhadap dominasi Sir Alex Ferguson dan United di persepakbolaan Inggris pada 26 tahun terakhir. Bahkan jika kalian meng-google “Why people hates Manchester United”, banyak situs-situs yang menghadirkan berbagai fakta tentang mengapa Manchester United begitu dibenci oleh mereka yang bukan suporter United.

Kalian mungkin pernah mendengar kata ABU yang di Inggris sana dikenal dengan sigkatan dari Anything But United (atau di Indonesia menjadi Asal Bukan United). Mereka adalah sekumpulan orang (well, apparently not just a bunch of people) yang mengaku dirinya membenci Manchester United. Mereka selalu berdiri paling depan untuk mencela United ketika United sedang terpuruk seperti sekarang-sekarang ini. Bahkan mereka terdengar makin ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Nada tawa dan kalimat-kalimat bullying mereka terdengar seolah Manchester United seterusnya akan tenggelam dalam predikat medioker. Well, Klub mana lagi selain Manchester United yang mempunyai haters dengan julukan sekeren nama fansclub itu? Yap, hanya Manchester United. Jika ada sensus untuk haters sebuah klub sepakbola, mungkin jumlah haters Manchester United setara dengan jumlah penggemar mereka di seluruh dunia.

Ditengah keterpurukan dalam masa transisi United ini, ternyata tidak hanya haters yang mencela United ketika United mengalami kekalahan, sebagian suporternya pun begitu. Lihat saja bagaimana mereka berekasi ketika United kalah. Beberapa dari mereka kerap kali melontarkan kata-kata tidak senonoh melalui media sosial lengkap dengan hastag #MoyesOut. Dominasi United yang tiba-tiba runtuh di awal era baru ini seperti memberikan mereka kepanikan dan kekhawatiran bahwa mereka akan terus-terusan dicela untuk beberapa tahun kedepan seperti mereka dulu mencela suporter dan fans tim lain. Suporter macam apa yang memaki dan tidak mendukung pelatih klub kesayangannya sendiri? Suporter macam apa yang tidak tahan melihat klub yang didukungnya sedang berada dalam masa sulit lantas mencela dan menyalahkan siapa saja yang menurut mereka pantas disalahkan termasuk manager? Beberapa dari mereka berdalih itu merupakan kritikan untuk kebaikan United sendiri. Oh, please, Kritik dan hinaan adalah dua hal yang berbeda. Mengkritik kebijakan klub, keputusan Moyes, atau performa pemain di lapangan adalah hal wajar, tetapi menghina dengan kata-kata yang tidak pantas? It’s not how supporters reacted when their favorite football club suffer a defeat. Seharusnya mereka bisa terus mendukung dengan ketegaran dan keteguhan hati (oke, ini lebay). Bagi gue menghina David Moyes sama saja menghina Sir Alex Ferguson karena beliau lah yang mempercayakan jabatan pelatih United pada Moyes ketika dirinya pensiun.

Kepada seluruh suporter Manchester United, sukses yang pernah Sir Alex Ferguson raih tidak akan diraih David Moyes hanya dengan satu tahun masa transisi. Bagaimanapun semua perubahan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa kebentuk yang diinginkan oleh pelaku perubahan itu sendiri. Roda Liga sedang berputar dan suka tidak suka, penggemar United harus mengakui bahwa sekarang adalah waktu mereka untuk berada di bawah. Periode transisi ini akan bertahan paling tidak untuk satu atau dua tahun kedepan lagi. Mulailah kalian belajar bersabar kepada sesama suporter sepakbola Inggris yang sudah paham makna kesabaran dan menunggu tim sepakbola yang mereka dukung berada di atas (baca: suporter Liverpool dan Arsenal). Jika kalian tidak sabar menanti kesuksesan yang gue yakin nantinya akan diraih Moyes, silakan kalian mencari klub lain yang hanya mementingkan kemenangan jangka pendek ketimbang kesuksesan jangka panjang. You don’t deserve Manchester United. Dan untuk para haters, tertawalah sepuasnya selagi kalian bisa. Akan gue pastikan kalian jadi yang pertama meringis miris ketika Manchester United kembali ketempat di mana biasanya mereka berada. Oh, you know where we belong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s