Dani Pedrosa adalah Mark Webber versi MotoGP (Part 1)

Image

Mark Webber dan Dani Pedrosa. Beda personal, beda karir, nasib nyaris serupa.

Jika kalian familiar dengan dunia balap jet darat bertajuk Formula1, kalian pasti mengenal betul siapa itu Mark Webber. Yak, Mark Webber adalah pembalap Formula1 untuk tim Red Bull Racing yang baru saja menyatakan diri untuk pensiun dari dunia yang sudah membesarkan namanya. Kiprah Webber di F1 sebenarnya cukup impresif, namun semenjak hadirnya pembalap-pembalap yang lebih muda seperti Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Sebastian Vettel, nama besar yang mengiringinya tidak cukup mampu untuk membawanya memenangi balapan dan meraih juara dunia. Dua musim terakhirnya di Red Bull Racing malah membuat para penggemar F1 mengasihaninya karena kerap mengalami masalah teknis pada mobilnya sementara rekan setimnya bisa melenggang mulus tanpa kerusakan apapun. Belum lagi tim order yang kadang mengharuskan dirinya mengalah pada  pembalap yang lebih muda dan lebih hebat darinya dengan status juara dunia. Webber adalah gambaran pembalap dengan keberuntungan yang tidak banyak diperoleh sepanjang karirnya.

Sudah melihat benang merahnya mengapa gue menghubungkan Dani Pedrosa dengan Mark Webber? Apa? Belum? Mari sini gue jelasin. :p

Bagi sebagian besar penggemar balap MotoGP, Dani Pedrosa merupakan salah satu pembalap dengan bakat yang luar biasa di bandingkan dengan rekan-rekan satu angkatannya. Ditambah sokongan motor pabrikan terbaik di MotoGP dengan seri Honda RCV-nya, sudah tidak diragukan lagi Pedrosa bakal jadi salah satu legenda MotoGP di masa depan layaknya Valentino Rossi atau Mick Dohaan. Situasi yang tidak jauh berbeda dengan Marc Webber ketika Red Bull Racing performanya kian menanjak sampai menjadi tim terbaik di F1. Tetapi kemudian ketidak beruntungan satu persatu menghampiri keduanya di sepanjang karir mereka.

Pedrosa yang menjadi Rookie of the Year di tahun pertamanya balapan di kelas MotoGP harus rela di kalahkan oleh Jorge Lorenzo ketika keduanya berlaga di kelas yang sama di musim berikutnya. Performanya di MotoGP sebenarnya cukup konsisten terlepas dari cidera yang kerap menderanya dari tahun ke tahun. Dalam satu musim, minimal dua kemenangan berhasil di genggamnya. Wajahnya malah sudah menjadi langganan di podium walau jarang memenangi seri balapan. Namun konsisten di podium dua-tiga saja tidak cukup untuk membawa namanya tercetak di plakat trofi menara agung MotoGP.

Dari catatan prestasinya semenjak pertama kali bergabung di balapan MotoGP, tertasbih hanya pada tahun 2012 saja dirinya nyaris menjadi juara dunia jika saja Pedrosa tidak jatuh di balapan Australia di mana Lorenzo absen karena cidera. Hell, it was painful both for him and his fans. Belum tentu musim depan Pedrosa bisa kembali konsisten dengan meraih tujuh kemenangan dalam satu musim serta beberapa podium. 2012 season was practically his biggest chance to get that World Champ title because Lorenzo was the only strong contender for him. Dan semuanya terbukti.

Musim 2013 milik Pedrosa sudah diperburuk dengan kehadiran Marc Marquez di sebelah garasinya. Marc Marquez yang merupakan pembalap sensasional yang naik kelas setelah menjadi juara dunia Moto2 dengan performa yang spektakuler di musim sebelumnya di khawatirkan akan membuat prestasi Pedrosa semakin menurun. Sensasi milik Marquez yang berhasil di teruskannya di MotoGP berhasil menutupi ketenaran seniornya di HRC itu. Dibalik raut wajah Pedrosa yang kalem dan selalu murah senyum, gue yakin ada kekhawatiran yang dirasakannya melihat prestasi sang anak bawang justru bisa melebihinya. Hal ini terlihat dari kesensitifan dirinya akan kritik dari luar. Saat salah satu legenda MotoGP, Kevin Schwantz mengkritik bahwa kesempatan dirinya untuk membuktikan diri telah habis, dirinya begitu ngotot menanggapinya. Well, soal ngotot atau tidaknya memang itu masalah perspektif pribadi, namun jika kalian (khususnya fans Pedrosa) juga berusaha mengesampingkan subjektifitas  kalian, pasti kalian juga akan merasakan hal yang sama.

Clearly kejadian-kejadian di musim 2013 bukan bagian dari skenario yang sudah…… (berlanjut ke Part 2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s