Dani Pedrosa adalah Mark Webber versi MotoGP (Part 2)

Image

Mark Webber dan Dani Pedrosa. Beda personal, beda karir, nasib nyaris serupa.

Clearly kejadian-kejadian di musim 2013 bukan bagian dari skenario yang sudah di rencanakannya sebelum musim bergulir. Kalah dari sang rookie sensasional yang juga rekan satu tim, cidera berkepanjangan, masalah motor yang kerap melanda dan sebagainya membuat tahun tersebut baginya hanya ‘just another year without the world title’. Kesialan yang nyaris serupa dengan yang dialami Mark Webber musim lalu. Belum lagi isu team order yang kerap semakin memanaskan keadaan. Persaingan terselubung antara Marquez dengan Pedrosa memang tidak sekentara Sebastian Vettel dan Webber karena di MotoGP tidak ada pit-to-car communication di mana penonton bisa menguping segala strategi yang diterapkan yang kerap menguntungkan satu pihak. Bayangkan jika MotoGP ‘seterbuka’ F1. Akan sangat menyenangkan bagaimana persaingan tidak hanya pada pembalap di trek saja tetapi juga pada sang maha pengatur strategi untuk kedua pembalap dari pitwall.

Nasib Pedrosa di musim depan makin mengkhawatirkan ketika kabar Continue reading

Advertisements

Dani Pedrosa adalah Mark Webber versi MotoGP (Part 1)

Image

Mark Webber dan Dani Pedrosa. Beda personal, beda karir, nasib nyaris serupa.

Jika kalian familiar dengan dunia balap jet darat bertajuk Formula1, kalian pasti mengenal betul siapa itu Mark Webber. Yak, Mark Webber adalah pembalap Formula1 untuk tim Red Bull Racing yang baru saja menyatakan diri untuk pensiun dari dunia yang sudah membesarkan namanya. Kiprah Webber di F1 sebenarnya cukup impresif, namun semenjak hadirnya pembalap-pembalap yang lebih muda seperti Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Sebastian Vettel, nama besar yang mengiringinya tidak cukup mampu untuk membawanya memenangi balapan dan meraih juara dunia. Dua musim terakhirnya di Red Bull Racing malah membuat para penggemar F1 mengasihaninya karena kerap mengalami masalah teknis pada mobilnya sementara rekan setimnya bisa melenggang mulus tanpa kerusakan apapun. Belum lagi tim order yang kadang mengharuskan dirinya mengalah pada  pembalap yang lebih muda dan lebih hebat darinya dengan status juara dunia. Webber adalah gambaran pembalap dengan keberuntungan yang tidak banyak diperoleh sepanjang karirnya.

Sudah melihat benang merahnya mengapa gue menghubungkan Dani Pedrosa dengan Mark Webber? Apa? Belum? Mari sini gue jelasin. :p

Bagi sebagian besar penggemar balap MotoGP, Dani Pedrosa merupakan salah satu pembalap dengan bakat yang luar biasa di bandingkan dengan rekan-rekan satu angkatannya. Ditambah sokongan motor pabrikan terbaik di MotoGP dengan seri Honda RCV-nya, sudah tidak diragukan lagi Pedrosa Continue reading

UEFA Champions League Knock-out Phase Drawing So Far

Image

Hasil undian babak 16 besar Liga Champions

Gelisah melihat tim anda bertanding di akhir pekan kemarin? Well, gue bertaruh kegelisahan anda tidak cukup sampai disitu jika tim yang anda dukung sedang harap-harap cemas menanti undian fase knock-out 16 besar UEFA Champions League (UCL) atau yang lebih akrab disebut Liga Champions. The waiting was over sejak adzan Magrib berkumandang di wilayah Indonesia bagian barat di hari Senin kemarin. Di Swiss sana pada waktu yang sama, ke-16 kontestan yang tersisa di UCL telah mengetahui lawan mereka masing-masing saat UCL akan kembali digelar akhir Februari tahun depan.

For starter, seperti biasa pengundiannya diatur sedemikian rupa agar runner-up grup bertemu dengan juara grup, dan tim yang berasal dari satu negara tidak diperbolehkan untuk bertemu di tahap ini. Maka ketika kejutan pertama datang dari Machester City Continue reading

Biarkan Hujan Turun

(Photo was taken from Google)

Senja di bulan Desember tidak pernah dirasa bersahabat bagi sebagian penduduk Jakarta. Hujan yang tiada henti dan hampir terjadi setiap hari membuat setiap individu yang beraktifitas di kota metropolitan ini kerap kali resah jika mendung telah menyelimuti langitnya. Belum lagi kemacetan yang bisa menahan para pejuang keluarga berjam-jam di jalanan.

Hal yang berbeda dirasakan oleh David. Perasaan dirinya ketika hujan tidak sejalan dengan apa yang dirasakan oleh kebanyakan penduduk Jakarta. David menemukan apa yang tidak akan pernah menjadi miliknya didalam setiap butiran rintik hujan.

Saat itu seperti biasa David sedang menunggu di halte bus sepulang kerja di kawasan Setiabudi. Langit yang mendung menahannya untuk tetap duduk di halte itu meski berkali-kali bus yang menuju kawasan tempat tinggalnya sudah melintas. Ada sesuatu yang ditunggunya dengan duduk tenang di sana. Rintikan air hujan yang akan membawanya pada kenangan-kenangan bersama Continue reading