Buah Jeda Internasional

Image

Kim Bo-Kyung dan para pemain Cardiff City merayakan gol penyeimbang ke gawang United di menit-menit akhir. (pic taken from @RedMissDevil)

 

Mayoritas penggemar Manchester United pasti kecewa dengan hasil pertandingan semalam. Setelah menunggu selama dua minggu untuk kembali menyaksikan pertandingan klub sepakbola kesayangan mereka, United hanya bisa memberikan hasil imbang. United tidak mampu mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan setelah pemain pengganti Cardiff City, Kim Bo-Kyung melesakan gol penyeimbang. United pun pulang dengan satu poin dan kegagalan melewati rival tim papan atas lain untuk menduduki posisi ke empat.

Banyak yang menuding kegagalan United meraih kemenangannya di EPL pekan ke-12 ini akibat komposisi permain yang diturunkan tidak mumpuni. Beberapa rekan gue di media sosial Continue reading

Advertisements

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir

https://win9winchester.files.wordpress.com/2013/11/fb847-673914_j0341499.jpg

Why are you so hard to get?

Tak ada hidup yang tak mudah. Begitu yang biasa ayah katakan ketika aku kerap terjatuh saat belajar bersepeda untuk pertama kalinya. Ketegasannya dalam mengucapkan kalimat itu begitu melekat di hatiku bagaikan kertas yang ditempelkan dengan lem yang rekatannya paling kuat di segala jenis medium. Maka saat cobaan hidup menghantamku bertubi-tubi, aku berusaha untuk bangkit seperti apa yang ayah ajarkan sewaktu kecil dulu.

Lain halnya dengan Ibu. Tanpa ucapan, tanpa himbauan, Ibuku mengajarkan kesabaran tanpa batas melalui perbuatan disepanjang hidupnya mengurus keluarga. Kesabarannya menunggu ayah sampai ketitik kesuksesannya sampai tahap menunggu anak yang diurusnya sedari kecil untuk menunju tangga kesuksesan yang melebihi ayahnya adalah contoh kesabaran sejati. Aku tahu dia lelah, tetapi suaranya di ujung telepon ketika berbicara dan menenangkanku tidak pernah menunjukannya. Maka ketika hidup memberikan serangkaian peristiwa yang menuntut kesabaranku, aku selalu menatap wajah ibu melalui selembar foto yang aku simpan untuk mengingatkanku bahwa ini bukan apa-apa dibanding dengan yang sudah ibu alami.

Entah sudah berapa lama aku duduk di kursi berlengan besi di depan ruangan yang ramai pengunjung ini ketika aku mengingat ayah dan ibu dan nyaris menangis karena kerinduan yang tak tertahankan ini. Kerinduan yang nyaris pudar karena bercampur dengan dendam Continue reading

Cinta Satu Malam

Arini menatap layar komputer kantornya dengan serius seraya menyalin tulisan yang ada dikertas disampingnya kedalam bentuk digital. Matanya begitu bergairah untuk menyelesaikan laporan bulanan yang setiap akhir bulan biasanya dikerjakan dengan malas dan terburu-buru. Mulutnya mengeluarkan nyanyian yang ditirukan dari apa yang sedang didengarnya. Pekerjaan yang begitu dibenci dan selalu dikerjakannya dengan setengah hati kali ini begitu serius ditekuninya. Bahkan dia rela lembur sampai nyaris jam sepuluh malam dikantornya yang sudah lumayan sepi.

Sedikit lagi selesai, dan gue bisa bebas bersenang-senang diakhir pekan ini, pekiknya dalam hati dengan senyuman yang menggebu sambil sesekali mengalihkan pandangan dari layar komputernya ke sebuah brosur yang sengaja dia cetak dan tempel di meja kerjanya. Lagu yang sedari tadi ditirukannya semakin kencang dia nyanyikan. Lagu itu merupakan salah satu dari lagu-lagu yang sedang dihafalkan untuk kesenangan pribadinya Sabtu ini.

Brosur yang dia tatap merupakan brosur dari perayaan tahunan Guinness Arthur’s Day yang biasanya diisi oleh konser musik. Tahun ini mereka membawa grup band Club 8 dari Swedia, Mew dari Denmark, dan OneRepublic dari Amerika. Grup band terakhir yang disebutkan merupakan grup band yang lagu-lagunya sering Arini dengarkan dikesehariannya. Arini sudah lama menantikan kehadiran mereka di Jakarta sejak dirinya melewatkan konser terakhir mereka tahun 2007 silam karena masih belum cukup umur untuk diijikan berpergian dimalam hari oleh orang tuanya. Pada tahun itu juga Arini meratapi diri sendiri saat mereka melakukan konser dan berjanji pada dirinya sendiri jika OneRepublic mengadakan konser lagi di Jakarta, dirinya akan jadi yang pertama memesan tiketnya.

Setelah penantian selama enam tahun, akhirnya mereka berkunjung kembali ke Jakarta dan Arini tidak menyianyiakan kesempatan kali ini. Dia sudah memegang voucher tiketnya dari tiga bulan yang lalu sampai datangnya hari ini, H-1 menjelang konser mereka.

Hembusan napas lega dari mulutnya keluar ketika baris terakhir dari laporan bulanannya selesai diketik. Senyuman lebar lagi-lagi terlukis diwajahnya saat dia mengingat akan jadi seperti apa harinya besok. Tanpa pikir panjang, dia langsung merapikan apa yang telah dikerjakannya dan bersiap untuk pulang. Misi menyelesaikan laporan bulanan sudah selesai dalam dua hari, Continue reading