The Disastrous Derby

Image

Your job now, is to stand by your new manager.”

Kata-kata itu masih lekat pada ingatan para fans Manchester United yang diucapkan oleh Sir Alex Ferguson pada farewell speech sebelum pertandingan terakhirnya melawan Swansea City di Old Trafford Mei lalu. Kalimat yang dimaksudkan agar para fans bisa move on darinya dan merapatkan barisan untuk mendukung David Moyes yang ketika itu telah ditunjuk menjadi manager baru United. Tak ada yang salah dengan penunjukan itu, hanya saja banyak pendukung yang ragu akan kemampuan Moyes. Track record-nya di Everton yang bisa konsisten bersaing dipapan atas dan bahkan berkali-kali berhasil menyulitkan tim-tim besar dalam meraih gelar atau posisi yang mereka inginkan ternyata tidak cukup untuk mengambil hati semua penggemar United. But they (we) believe him anyway, for the sake of Sir Alex.

United memulai musim ini dengan langkah mulus ketika berhasil mengalahkan Swansea City di kandangnya 1-4. Kemudian menyambut Chelsea di Old Trafford, meski pertandingan berakhir tanpa goal permainan United terlihat memuaskan. Selanjutnya melawat ke Anfield yang berakhir dengan kekalahan pertama bagi Moyes. Diteruskan dengan kemenangan 2-0 atas Crystal Palace melalui penalty RvP dan tendangan bebas indah Rooney. Pada titik ini, keadaan United sangat mengkhawatirkan karena mereka belum lagi mencetak goal melalui open play selama tiga pertandingan berturut-turut. Namun United berhasil memperbaiki permainan dengan meraih kemenangan atas Bayer Leverkusen di game pertama UCL. Dengan Derby Manchester menunggu diakhir minggu tentunya besar harapan kami sebagai fans United untuk merasakan kemenangan manis yang mereka raih pada lawatan terakhir ke Eastland Desember tahun lalu. Tetapi apa yang terjadi pada pertandingan derby tadi malam sangat jauh dari ekspektasi para fans.

Satu jam sebelum pertandingan dimulai, Starting XI masing-masing team diterbitkan. Tidak ada nama RvP di team sheet United baik di XI maupun list cadangan. Ternyata RvP dikonfirmasi mengalami cedera ringan ketika latihan. Kepercayaan diri para fans United pun cenderung menurun, terlebih Moyes memilih Welbeck sebagai pengganti RvP untuk diduetkan dengan Rooney didepan. Sementara ditengah ada Fellaini dan Carrick yang bertugas mengatur tempo permainan ditemani Young dan Valencia disektor sayap kiri dan kanan. Dibagian belakang masih ditempati langganan Evra, Vidic, dan Rio, juga Smalling yang mengisi bagian kanan. Kagawa, Nani, Cleverley, Chicharito, Buttner dan Amos melengkapi cadangan. Tidak ada satu namapun untuk menggantikan Smalling di sector kanan jika pemuda jangkung itu tidak menampilkan performa terbaiknya. Hanya ada Valencia yang berpotensi ditarik lebih ke belakang dengan Nani yang menggantikan perannya disayap kanan. Looked promising, actually. Fans United diseluruh dunia pasti merasa optimis United bisa mengatasi City lagi kali ini.

Well, tidak ada salahnya berfikit optomis bahwa United bisa menang kecuali hari itu United bermain under perform. United kalah jago disemua sector. Berkali-kali pertahanan keteteran untuk menahan duet para pemain tengah dan depan City. Sector kanan menjadi yang paling kentara. Gol pertama City hadir dari kesalahan marking Smalling dan Valencia yang seperti kehilangan ingatan kalau tugasnya tidak hanya menyerang, tetapi juga membantu Smalling bertahan. Oh, sektor kanan benar-benar merindukan sosok Rafael. Para pemain belakang United terlihat keteteran meladeni kecepatan pemain-pemain City. Sector tengah juga tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan ini. Para pemain United tidak bisa berlama-lama menahan bola dan cenderung sering kehilangan si kulit bundar. Rooney malah cenderung bermain kedalam dan membantu pertahanan karena tidak ada kesempatan sama sekali untuk menyerang ke daerah pertahanan City. Welbeck? Well, Mancunian yang satu ini merupakan orang yang paling tidak diharapkan kehadirannya dilapangan oleh sebagian besar dari fans United. Chemistry antara Roo dan Welbeck tidak terjalin dengan baik ketika menyerang. Young dan Valencia pun tidak banyak membantu. Hasilnya United kebobolan empat goal direntang waktu 50 menit pertandingan. Dari sebelas pemain ber-crest United dilapangan, hanya Rooney yang kelihatan paling semangat untuk tetap memberikan perlawanan. Sisanya? They screwed, they lacked of concentration, they seemed lost, or it was just City who played a good game with such a strong squad in every layer. Whatever! But those eleven men who played against City last night, that wasn’t the United I knew.

I have no right to judge David Moyes’ decision with his current squad against City, but we did have Kagawa and Nani to be played from the bench. Tidak bisakah Moyes lebih bijak untuk memainkan Kagawa dan Nani jika Young dan Valencia atau Fellaini bermain kurang bagus? Satu-satunya pergantian yang Moyes lakukan adalah memasukan Cleverley untuk menggantikan Young. Pergantian itu tidak berdampak sama sekali pada permainan United. Satu-satunya goal balasan Rooney yang dicetak melalui tendangan bebas indah dari muka gawang City. That goal was a booster for every player on the pitch. Mendadak para pemain United mengurung pertahanan City. Tidak ada yang lebih senang dari fans United pada moment itu kecuali jika mengingat bahwa keadaan itu terjadi pada lima menit terakhir petandinga plus tiga menit injury time. A quite late resurrection, I presumed. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk City. Tidak hanya para pemain dan pelatih yang merasakan kekecewaan atas kekalahan ini, fans pun merasakan hal yang sama. The game was seen for me as the worst ever since our 1-6 defeat at Old Trafford by the same team back in the 2011. Dengan kekalahan kedua di gameweek ke-5 EPL semalam, tercatat Moyes belum mampu memberikan kemenangan kepada United jika bertemu tim-tim kuat EPL. However, it’s not Manchester United if they didn’t bounce back immediately. Lawan Liverpool midweek ini dalam round 3 COC akan menjadi santapan lezat jika United bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali ke jalur kemenangan ketimbang tetap terpuruk dan jatuh kejurang kekalahan yang lebih dalam. Dukungan tak akan berhenti mengalir untuk David Moyes dengan kekalahan ini. Para fans United tetap percaya bahwa kekalahan ini akan berbuah manis dikemudian hari karena Moyes memang dikenal sebagai pribadi yang pandai belajar dari kesalahan. That’s the reason Sir Alex chose him in the first place. Meski kadang pilihan pemain untuk dimainkan dalam sebuah pertandingan agak kurang memuaskan fans, tetapi bukankan Sir Alex juga pernah melakukan hal yang sama?

Winning is the important thing of the game, but it doesn’t mean losing is the worst thing ever. Learning from the losing side sometimes could make the team even stronger than ever in the next game. Don’t worry, Sir Alex. We heard you, and we surely will always stand by David Moyes’ side whatever happens.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s