(Un)Happy Birthday, Dani Pedrosa!

UPDATED: Pedrosa highside due to Marquez contact

Race di Aragon, Spanyol kemarin malam waktu Indonesia bagian barat bertepatan dengan ulang tahun salah satu rider berbakat dikomepetisi MotoGP yang datang dari daratan Spanyol juga, Dani Pedrosa. Rider Catalan yang kini berusia 28 tahun itu tampak kalem menghadapi balapan dihari spesialnya. Seperti semua yang sedang berulang tahun, Dani juga ingin sekali membuat satu hari tersebut menjadi special untuk setidaknya memenangi race seletah lama bercokol di podium tiga dan tetap membuka asa menuju tampuk tertinggi kejuaraan dunia MotoGP. Jadi tidak ada salahnya jika kemarin dia membalap seperti kesetanan untuk mengejar kemenangan karena semua orang mendoakan yang terbaik untuk karir dan kehidupannya. Namun yang terjadi padanya di Aragon merupakan mimpi buruk bagi rider manapun baik yang berulang tahun maupun tidak.

Sebenarnya Dani memulai minggu balapan dengan hal-hal yang biasa dia lakukan, seperti finish pada lima besar sepanjang latihan bebas dan menempati row pertama pada kualifikasi dimana dia akan memulai race dari belakang Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Harapan kemenangannya saat itu adalah mencuri start bagus dan kabur sesegera mungkin. Namun sepertinya predikat pelaku start bagus sudah berpindah nama ke Jorge. Continue reading

Advertisements

The Disastrous Derby

Image

Your job now, is to stand by your new manager.”

Kata-kata itu masih lekat pada ingatan para fans Manchester United yang diucapkan oleh Sir Alex Ferguson pada farewell speech sebelum pertandingan terakhirnya melawan Swansea City di Old Trafford Mei lalu. Kalimat yang dimaksudkan agar para fans bisa move on darinya dan merapatkan barisan untuk mendukung David Moyes yang ketika itu telah ditunjuk menjadi manager baru United. Tak ada yang salah dengan penunjukan itu, hanya saja banyak pendukung yang ragu akan kemampuan Moyes. Track record-nya di Everton yang bisa konsisten bersaing dipapan atas dan bahkan berkali-kali berhasil menyulitkan tim-tim besar dalam meraih gelar atau posisi yang mereka inginkan ternyata tidak cukup untuk mengambil hati semua penggemar United. But they (we) believe him anyway, for the sake of Sir Alex.

United memulai musim ini dengan langkah mulus ketika berhasil mengalahkan Swansea City di kandangnya 1-4. Kemudian menyambut Chelsea di Old Trafford, meski pertandingan berakhir tanpa goal permainan United terlihat memuaskan. Selanjutnya melawat ke Anfield yang berakhir dengan kekalahan pertama bagi Moyes. Diteruskan dengan kemenangan 2-0 atas Crystal Palace melalui penalty RvP dan tendangan bebas indah Rooney. Pada titik ini, keadaan United sangat mengkhawatirkan karena mereka belum lagi mencetak goal melalui open play selama tiga pertandingan berturut-turut. Namun United berhasil memperbaiki permainan dengan meraih kemenangan atas Bayer Leverkusen di game pertama UCL. Dengan Derby Manchester menunggu diakhir minggu tentunya besar harapan kami sebagai fans United untuk merasakan kemenangan manis yang mereka raih pada lawatan terakhir ke Eastland Desember tahun lalu. Tetapi apa yang terjadi pada pertandingan derby tadi malam sangat jauh dari ekspektasi para fans. Continue reading

The Beginning (Part 2)

Image

Hal terakhir dan yang paling penting yang membuat gue bisa seperti sekarang ini adalah seringnya menonton tayangan ketiga olahraga tersebut. Terhitung dari tahun  2009 sampai sekarang, banyak tayangan olahraga yang gue saksikan ditv tanpa harus memasang receiver berbayar. Malam-malam di Ciputat banyak gue habiskan untuk bergadang mengerjakan tugas dan menonton siaran olahraga. Kebanyakan menonton tayangan-tayangan tersebut, perspektif gue terhadap tayangan olahraga favorit gue mulai berubah haluan dari yang tadinya hanya fangirling menjadi seseorang yang ingin sekali mengerti bagaimana para pelaku olahraga melakukan pekerjaan mereka. Pendapat gue semakin objektif terhadap pertandingan-pertandingan yang gue saksikan. Sekarang gue hafal tim mana yang bermain bagus, dan tim mana yang bermain jelek. Bahkan pandangan gue terhadap pembalap favorit gue, Dani Pedrosa pun berubah. Gue lebih sering mengeluh tentang penampilannya di trek yang kalah telak dari Lorenzo dan Marquez ketimbang pura-pura mendukung dan percaya bahwa suatu saat dia akan menjadi juara dunia. Jangan menghujat gue terlebih dahulu, gue tetap mendukungnya untuk menjadi juara dunia, hanya saja gue sekarang lebih realistis terhadap perbandingan antara harapan dan kenyataan. Hal yang sama juga berlaku untuk sepakbola. Continue reading

The Beginning (Part 1)

Image

Everything has a beginning. Itu yang ada dipikiran gue ketika membaca section story yang ada diblog-nya Jack Leslie, seorang blogger Formula1 yang terhitung sukses diusianya yang masih 18 tahun. Bagaimana dia mengolah artikel menjadi sebegitu menariknya terlihat dari latar belakangnya yang memang menggemari olahraga balapan jet darat itu, serta bagaimana dirinya perlahan memasuki dunia autosport dengan bergabung dibeberapa komunitas serupa dan banyak membaca majalah yang berkaitan dengan hal itu, juga bagaimana keluarganya mendukung hal-hal yang dilakukannya. Hal ini mengingatkan gue tentang bagaimana gue bisa ‘terjerembab’ diranah obrolan laki-laki dan menganggap bahwa acara pembukaan Miss World yang ada di Bali tempo hari kurang menarik dibandingkan Formula One race yang digelar pada waktu yang sama. Disini gue bakal bercerita tentang bagaimana gue menyukai tontonan Sepakbola, MotoGP, Formula1, dan olahraga-olahraga yang lain. Continue reading

Kimi Raikkonen is a Ferrari Man Once Again

Raikkonen during Italian GP Saturday's qualifying session

Raikkonen during Italian GP Saturday’s qualifying session

Heartbreaking is the perfect words to express my feeling when I read the news that Kimi Raikkonen is set to be returned to Scuderia Ferrari for the 2014 season. Don’t get me wrong, I know Kimi wanting a fast car to be driven in the edge of his career (he is 34 next October) which Lotus Formula One Team (his current team) couldn’t provide it, but couldn’t he find another team to sign other than Ferrari? Red Bull for instance? Oh, I forgot that blank spot Mark Webber left has already filled by Daniel Ricciardo for 2014 season. It’s just upsetting.

Kimi Raikkonen is my favorite Formula One driver ever since I followed this sport from 2007. That’s the same year when The Finn signed his contract with The Prancing Horse also the same year he became the World Champion with Ferrari. He had a quite successful three years with Ferrari until the team decided to replace him with much fresher World Champion, Fernando Alonso. The fact that Kimi didn’t give his last year driving for Ferrari made him replaceable in 2009. I never liked Ferrari and Alonso ever since. The decision in signing Alonso made Kimi ruled out of the Formula One races for two years. Now Kimi decided to return to the team which had abandoned him in the past. I just hope he won’t regret his decision. Continue reading

Pergerakan Lambat Manchester United Di Bursa Transfer

Marouane Fellaini dan David Moyes

Entah kabar mana yang lebih mengejutkan bagi gue di hari minggu kemarin antara David Moyes menyebut squad United sudah sangat baik ketika bermain melawan Liverpool atau kakak kelas yang dulu gue kagumi bakal melangsungkan pernikahannya Oktober tahun ini. Keduanya sukses merusak hari Minggu gue yang harusnya setenang air beriak di sungai nyatanya menjadi minggu yang lumayan meganggu. Namun bukan pernikahan kakak kelas gue yang punya dampak berkepanjangan terhadap pikiran gue, melainkan kekalahan United terhadap Liverpool yang disambung pernyataan Moyes bahwa tidak ada yang salah dengan squad United. Moyes must’ve been drunk when he said that. Ditambah deadline transfer window yang akan ditutup dua hari kemudian sementara United belum mendatangkan satupun pemain. I am of course freakin’ out.

Bagi kalian yang tidak menonton pertandingan Liverpool vs Manchester United di Anfield hari minggu kemarin, United bermain sangat tidak dalam performa terbaiknya. Secara keseluruhan United memang menguasai permainan dilihat dari ball possession, namun United kesulitan untuk menembus pertahanan Liverpool yang dikawal Jose Enrique dkk. Ditambah Simon Mignolet yang penampilannya sedang mentereng dimana di tiga pertandingan awal (termasuk ketika lawan United) belum pernah kebobolan sekalipun. Pemain-pemain United frustrasi dibuatnya. Malam itu United bermain seperti kehilangan arah. Ketiadaan Rooney untuk membantu Cleverley dan Carrick dalam mengatur serangan sangat terasa karena aliran bola selalu mentok sebelum menemui striker. Semua penggemar pasti sepakat pada satu kalimat, We Need New Players to Strengthen Our Squad.

Segera setelah pertandingan berakhir, para fans United termasuk gue berharap bahwa Ed Woodward bisa menganalisa keadaan dan segera melakukan perburuan pemain mengingat belum ada satupun pemain dari luar yang masuk ke squad United kecuali si pemain muda Argentina Guilermo Valera. Namun Valera tidak masuk hitungan dalam pembelian yang diinginkan para fans. Gue dan fans United lainnya berharap Woodward mengabaikan pernyataan Moyes yang berisi pujian terhadap permainan United yang kebanyakan orang menyebut permainan itu dengan kata katro. Woodward harus sadar bahwa Moyes melakukan itu hanya ingin menjaga kekompakan tim saja.

Berbagai rumor telah menyebar semenjak bursa transfer pemain dibuka. Dari mulai ketertarikan United terhadap Thiago Alcantara, Cecs Fabregas, Marco Reus, Robert Lewandowski, Juan Mata, Luca Modric, Paket Fellaini plus Baines, sampai rumor paling absurd yang menyatakan Cristiano Ronaldo ingin kembali ke Old Trafford sudah akrab ditelinga para penggemar sepakbola didunia. Tetapi yang terjadi ternyata hanya harapan kosong belaka. Thiago Alcantara lebih memilih reuni bersama mantan pelatihnya di Bayern Munchen. Fabregas? Masih betah di Katalonia. Reus? Rumor palsu. Lewandowski? Idem. Juan Mata? Rooney tidak jadi dijual ke Chelsea, jadi NO. Luca Modric? Entahlah. Paket Fellaini plus Baines? Tawaran Woodward terlalu menghina Everton. Cristiano Ronaldo? Candaan macam apa ini?!

Sampai nyaris berakhirnya bursa transfer pemain tadi pagi, tidak ada satupun konfirmasi dari sekian banyak rumor yang dilakukan oleh akun Twitter resmi Manchester United. Kami mupeng melihat klub-klub lain berlomba mengkonfirmasi para pemain baru mereka dipenghujung waktu. Bahkan Arsenal saja mengkonfirmasi pembelian mereka atas Mesut Ozil which is very surprising, sementara United masih berkutat dengan rumor pembelian Fellaini mentok dan negosiasi Ander Herrera yang katanya terbentur birokrasi federasi sepakbola Spanyol. Oh, satu lagi, where’s that Fabio Coentrao rumor comes from?

In the end, akhirnya United berhasil mengamankan Fellaini sebagai bala bantuan tambahan bagi squad United yang terlihat renta dimata para rival yang sudah berbelanja dari jauh-jauh hari. Gue senang akhirnya Ed Woodward terlihat bekerja setelah sebelumnya menghilang ditelan bumi setelah pergi terlebih dahulu di tur pramusim Australia United. Oh, dan mungkin gue harus mengingatkan kalian bahwa Woodward pergi saat itu untuk ‘menyelesaikan negosiasi tentang kepindahan seorang pemain besar’, tetapi ya kenyataannya ternyata tidak seperti itu. However, The Ghost’s work doesn’t pleasant The Red Devil’s fans that much. Gue pribadi juga kecewa karena United harus menunggu sampai batas akhir transfer untuk meyakinkan satu pemain untuk berpindah haluan. Tidak bisakah Woodward dan jajarannya melakukan multitasking? Gue bakal lebih senang jika tidak hanya Fellaini yang berlabuh di Old Trafford hari ini. Well, who am I to judge them? Gue cuma satu dari ribuan fans yang sama kecewanya terhadap jajaran dewan Manchester United. Gue tetap mensyukuri apa yang dilakukan oleh mereka untuk mendatangkan Felliani. Yah, satu pemain lebih baik dari pada tidak sama sekali, kan? Welcome to Old Trafford, Fellaini! I wish you a good luck for you career in Manchester United.