A Hectic Goalless Match

Tendangan Wayne Rooney dihadang Ramires dalam laga Manchester United vs Chelsea Selasa dini hari (27/8). Meski Roo diganggu rumor transfer terhadap dirinya, permainannya di lapangan tetap terlihat atraktif. (Credits to @IndoManUtd)

 

Tadi malam, err, pagi maksudnya, merupakan salah satu pagi yang paling ditunggu oleh penggemar sepakbola khususnya penggemar Manchester United dan Chelsea. Pertemuan yang terlalu dini bagi keduanya ini menciptakan atmosfir begitu besar dikalangan fansnya. Beberapa fanbase yang berdomisili dimasing-masing daerah berlomba-lomba untuk mengadakan event Nonton Bareng untuk mengakomodasi teman-teman mereka diluar sana (termasuk gue) yang tidak ada modal untuk memiliki televisi berbayar yang menyiarkan EPL secara resmi. Gue sendiri kebetulan berkesempatan untuk hadir atas ajakan seorang teman diacara nonton bareng yang diadakan United Indonesia dan Chelsea Indonesia Supporter Club yang kedua-duanya berasal dari Chapter Tangerang Selatan. Sekitar dua ratus lebih orang memakai jersey warna biru dan merah menghadiri acara itu. Seperti acara nonton bareng pertandingan bola pada umumnya peserta didominasi oleh para lelaki, sementara perempuan yang hadir bisa dihitung dengan jari telapak tangan. Gue termasuk diminoritas hitungan jari tersebut.

Anyway, dipekan kedua English Premier League (EPL), liga paling ketat segajat raya ini menyajikan duel klub yang sama-sama memiliki pelatih baru dimusim ini. Jose Mourinho dengan CLBK-nya, Chelsea, dan David Moyes dengan armada barunya, Manchester United. Dari banyak artikel preview laga yang gue baca, beberapa diantara mereka menjagokan Chelsea untuk memenangi pertandingan. Faktor Jose Mourinho dan track record bagus yang diukir mereka dalam empat pertemuan terakhir dengan United menjadi alasan mengapa beberapa artikel tersebut menjadikan United diprediksi bakal menelan kekalahan pertama dikandangnya pada era Moyes. Dengan track record seperti itu, sebagai seorang fan gue sendiri sedikit ketar-ketir. Chelsea sangat terlihat seperti kekuatan yang menakutkan bagi semua klub EPL yang berlaga dimusim ini (Gue pribadi belum pernah nonton Chelsea main secara langsung, jadi pendapat itu murni berdasarkan artikel yang gue baca di media masa). Apalagi Chelsea berada diperingkat atas bursa taruhan rumah judi sebagai terfavorit yang akan menjadi kampiun di akhir musim meski liga baru berjalan seumur jagung. Atas dasat rasa penasaran dan ketakutan itu, disanalah gue duduk didepan layar besar ditengah kerumunan para lelaki berbaju merah dan ber-crest sama seperti yang terparti didada sebelah kiri jersey gue.

Pertandingan antara London Biru dan Manchester Merah sendiri berjalan sangat alot dari mulai babak pertama dimainkan. Pemain United (surprisingly for me) sangat mendominasi permainan diseparuh laga. Beberapa serangan yang menciptakan peluang berhasil menciptakan noises dari pada peserta nonton bareng. Beberapa kali pertahanan Chelsea seperti dikurung oleh para pemain United yang memainkan permainan yang begitu atraktif dan enjoyable bagi mata para penonton. Disepanjang petandingan, kedua klub hanya mampu melakukan jual-beli serangan tanpa berniat melakukan finishing touch yang bagus dan menciptakan goal. Peluang tinggalah peluang, pertandingan tetap berakhir tanpa goal. Well, mungkin tidak akan berakhir tanpa goal jika dua handball yang dilakukan pemain Chelsea (satu tepat diluar kotak penalti oleh Ashley Cole dan satu lagi DIDALAM KOTAK PENALTI yang dilakukan oleh Frank Lampard) diamini oleh wasit Martin Atkinson yang saat itu memimpin laga. Ya ya ya, gue sendiri tidak banyak berharap ketika nama Martin Atkinson diumumkan sebagai pengadil dalam pertandingan Chelsea vs United. Sudah barang tentu penzoliman akan terjadi dilapangan untuk United, dan semalam ketakutan gue terbukti. Martin Atkinson bagi Chelsea itu ibarat Howard Webb bagi United. Enough said.

Banyak dari penggemar mengeluh tentang pertandingan tanpa goal yang ‘kurang seru’ tersebut. Beberapa dari mereka bahkan merengek memita waktu tidur mereka dikembalikan (which is impossible) karena pertandingan tersebut juga membuat mereka ngantuk. Namun bagi gue pertandingan semalam itu adalah pertandingan yang sangat worth to watch. Itu adalah pertandingan dimana sepanjang 90 menit berhasil menjauhkan gue dari godaan live tweet media sosial yang biasanya gue lakukan kalau menonton sendirian dikostan (pengakuan :p). Semua sector bermain dengan sempurna tadi pagi, hanya terjadi kesalahan-kesalahan kecil dalam batas kewajaran oleh para defender yang berhasil ditutupi pemain sector lain. Satu nama yang membuat gue (mungkin semua orang yang menonton) terkesan atas permainannya semalem adalah Wayne Rooney. Dimainkan sejak menit awal, Rooney seperti sedang membuat pernyataan didalam lapangan bahwa dia adalah seorang professional yang tidak terganggu permainannya hanya karena rumor transfer absurd yang dihembuskan oleh media masa dengan Jose Mourinho sebagai provokator. Bagi para penggemar United yang menonton pertandingan semalam, mereka pasti akan merasa sangat bahagia dengan apa yang Rooney lakukan. Permainannya seakan langsung menampar wajah Mourinho yang sebelumnya terus menggoda Roo untuk berpindah ke London Biru sampai-sampai Mou mengultimatum Roo untuk segera angkat bicara dan mengambil keputusan akan masa depannya (agak maksa sebenernya dia). Gue sungguh berharap bahwa apa yang Rooney tampilkan semalam adalah bukti bahwa dia memang tidak pernah meminta dirinya untuk dijual dan angkat kaki dari Old Trafford.

Satu lagi poin yang gue dapet dari menonton pertandingan semalam dengan penuh konsentrasi, bahwa permainan United tidak seburuk yang orang-orang di media masa tulis. Keraguan mereka terhadap kemampuan David Moyes untuk memimpin squad United menuju kesuksesan kini terdengar tidak beralasan jika berkaca pada dua pertandingan awal yang United jalani di liga. Sebaliknya untuk Chelsea, setelah melihat permainan mereka secara langsung lantas membandingkan gembar-gembor kehebatan squad mereka dimedia masa, dalam hati gue spontan bertanya “Segini doank Chelsea mainnya?” United is waaaaayyyyy better than they are. Memang terlalu dini untuk menilai bahwa permainan United bisa membawa mereka mempertahankan gelar juara terlebih Liga Champions belum hadir untuk mengganggu konsentrasi pemain di liga, tetapi untuk saat ini permainan seperti itu bisa menacapkan panji mereka diranah konsistensi yang positif. Bring on Liverpool next week!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s