Kontinuitas Malapetaka UCL

(Originally posted on April 9th, 2013 via win9winchester.blogdetik.com)

Sebenarnya gue bukan pengamat sepakbola, bahkan bisa dibilang pengetahuan sepakbola gue masih minim dibanding kolomnus-kolomnus sepak bola diluar sana. Tetapi tangan dan otak gue rasanya gatel kalo nggak nulis tentang penurunan performa team sepak bola favorite gue akhir-akhir ini.

Kekalahan demi kekalahan telah Manchester United alami dibeberapa pertandingan terakhir. Jauh sebelum melawan Manchester City pada derby paling bergengsi yang digelar di Old Trafford, United terlebih dahulu menelan kekalahan dari tuan rumah Chelsea dalam replay FA Cup 4th round, hanya menang tipis dari Sunderland, imbang melawan Chelsea sebelum diadakan replay FA Cup, dan tersingkir dari UCL akibat kekalahan yang diderita dari Real Madrid.

Pertandingan yang disebutkan paling terakhir mungkin akan diingat sebagai pertadingan paling menyesakkan musim ini baik oleh pemain, staff, maupun fans. Bahkan SAF tidak berkenan untuk menghadiri press conference yang sedianya harus dia hadiri selepas pertandingan berakhir. Kekalahan 1-2 (agg. 2-3) dileg kedua UCL di Old Trafford dari Real Madrid memupus semua harapan fans United diseluruh dunia. Sebenarnya permainan United saat itu tidak bermain buruk (walau tidak sebagus Madrid) tetapi mereka berhasil bertahan dari gempuran bintang-bintang Galacticos. Bahkan United bisa menambah keunggulan aggregate menjadi 2-1 melalui goal bunuh diri Sergio Ramos dan mendapat keunggulan goal tandang. Beberapa dari kalian juga pasti merasakan bagaimana harapan untuk mendapatkan kembali treble seperti tahun 98/99 membumbung tinggi karena United bisa bertahan dengan baik setelah menambah keunggulan itu. Namun harapan yang telah jauh terbang ke galaksi lain tersebut harus kandas layaknya meteor yang terbakar ketika melintas terlalu dekat ke matahari.

Nani yang hendak menghalau bola lambung menggunakan kakinya tidak sengaja bertabrakan dengan Arbeloa yang datang dari blind side Nani. Layaknya semua pemain Spanyol yang (katanya) pintar berakting, Arbeloa lantas terjatuh dan terguling-guling lebay diatas rumput. Wasit seketika mendekat dan berbicara kepada Nani. Gue pikir wasit hanya akan mengganjar Nani dengan kartu kuning, namun ternyata kartu yang diacungkan oleh wasit asal Turki yang namanya susah disebutkan tersebut berwarna merah. Kandaslah harapan seluruh fans United melihat peristiwa itu. Emosi Fergie kepada 4th official tak mampu membalikan kartu merah Nani yang berjalan gontai kearah ruang ganti pemain. Kemudian seluruh pertandingan sudah bisa ditebak hasilnya. 11 pemain Real Madrid melawan 10 pemain United. Gue bertanya pada diri gue sendiri, jika 11 lawan 11 saja sudah keteteran, bagaimana 11 lawan 10? Hasilnya Luca Modric menyamakan kedudukan, dan mantan anak emas Fergie (baca: CR7) menambah keunggulan Madrid sekaligus memastikan mereka untuk lolos kebabak perempat final.

Luka yang dihasilkan dari pertandingan tersebut berdampak parah. Sepertinya pemain tidak bisa move on dari kekalahan tersebut. Meski performa para punggawa United bermain bagus di laga internasional bersama tim nasional negara masing-masing, United bermain tanpa arah ketika melawan Chelsea di leg 1 FA Cup 4th round. United tidak bisa menjaga keunggulan dua goal dibabak pertama dan mereka akhirnya ditahan imbang Chelsea. Mental mereka tergoncang. Semenjak tragedi Real Madrid itu, tidak ada yang mampu mengembalikan performa United yang superior ke form sebelum United bertemu Mereka. Ditambah bomber andalan United yang biasanya mencetak goal disetiap pertandingan, Robin Van Persie, seperti kehilangan kepercayaan diri dalam menyelesaikan sebuah umpan. Terhitung sudah 13 pertandingan dia puasa goal sampai pertemuan United dengan City. Strategi SAF pun akhir-akhir ini sering dirasa keliru oleh para pengamat sepak bola, terlebih terhadap pergantian pemain. I dont know what has been screwing with his mind.

Sebagai fans Manchester United, tentunya besar harapan gue terhadap kebangkitan United untuk memperoleh kemenangan demi kemenangan untuk terus berada dalam jalur untuk memperoleh trophy satu-satunya yang bisa didapat musim ini. Dengan sisa 7 pertandingan Premiere League dan keunggulan 12 poin atas rival terdekat (which is the noisy neighbor Manchester City), hanya butuh 3 kemenangan dan 1 seri memang bukan hal mudah. Apalagi team yang harus dihadapi merupakan beberapa team besar yang sedang berjuang memperoleh tempat di empat besar (Chelsea dan Arsenal), dan beberapa team yang sedang berjuang untuk bertahan di EPL (Aston Villa, Stoke City, West Ham). Peristiwa musim lalu cukup untuk mengingatkan fans betapa krusialnya pertandingan-pertandingan terakhir karena jika kehilangan poin, maka rival akan semakin dekat untuk merebut gelar juara yang sudah ada dalam genggaman satu tangan. Im sure nobody likes last seasons de javu happens in May 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s