Derby Manchester – A Random Match Review by Winchester

Konflik yang 'lumrah' terjadi pada pertandingan besar dengan tensi tinggi sekelas Derby Manchester

Konflik yang ‘lumrah’ terjadi pada pertandingan besar dengan tensi tinggi sekelas Derby Manchester

 

(Originally posted on April 9th, 2013 via win9winchester.tumblr.com)

Semalam (atau dini hari tadi) Manchester City berhasil menjaga dominasi atas Manchester United yang bermain agak mendingan dari Senin lalu ketika melawan Chelsea. Dari menit awal kedua team sudah memainkan pertandingan dengan tensi tinggi. Permainan passing yang pendek cenderung menahan bola untuk berada ditengah lapangan. Hanya sedikit shot on goal yang tercipta bagi kedua team. Menurut apa yang gue lihat dari statistic permainan babak pertama, United mempunyai lebih banyak range shot on goal ketimbang City walaupun pada kenyataannya yang lebih terlihat under pressure adalah United. Menurut komentator pertandingan di Tv saat itu, City selalu efektif dalam menjaga serangan, namun United lebih efektif dalam bertahan dan serangan balik. Babak pertama yang berakhir tanpa goal pun terlihat memuaskan dan memunculkan berbagai optimisme dari pendukung kedua belah pihak. Babak kedua berjalan hampir identik dengan babak pertama. Penguasaan bola yang imbang, jual beli serangan, dan beberapa finishing dari umpan silang yang berhasil diselamatkan kiper. Hingga tiba pada menit 51 City berhasil mengungguli United melalui tendangan jarak jauh James Milner yang berawal dari blunder Ryan Giggs didaerah pertahanan sendiri. Sesuatu yang langka bukan?

Kemudian 8 menit berselang United berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Phil Jones yang membentur punggung Kompany. Umpannya sendiri tercipta dari tendangan bebas Robin van Persie yang diperoleh dari hasil dilanggarnya Rafael oleh Toure.

Pada titik tersebut, seluruh pendukung United pasti berpikiran sama dengan gue bahwa hasil imbang akan menjadi hasil yang fair bagi City dan United. Ternyata kenyataan tidak berkata seperti itu. Gawang United kembali harus kebobolan oleh Aguero yang masuk menggantikan Samir Nasri dimenit 72. Aguero berhasil melewati 3 pemain belakang United sekaligus sebelum tendangan kerasnya berhasil menghujam gawang De Gea tanpa berhasil ditepis. Menyedihkan rasanya melihat kenyataan itu. Walau faktanya menit bermain masih menyisakan 10 menit, tapi melihat performa pemain United dengan finishing touch yang acak adul rasanya semuanya mustahil. Fergie mengganti Welbeck dengan Valencia (which is kinda weird decision, I mean you know how his performance lately) yang tentunya tidak membawa dampak berarti. Lalu mengganti Rooney dengan Chicharito, sang supersub yang semalam hanya diberi sedikit kesempatan bermain yang tentunya tidak cukup. Kemudian cederanya Ashley Young dimasa injury time yang memaksa Fergie untuk melakukan penggantian terakhir dengan waktu yang sangat-sangat tipis. Dengan sisa waktu seperti itu, bahkan Kagawa pun tidak bisa bertindak banyak hingga peluit panjang berbunyi dan kedudukan tetap tidak berubah. United tidak terhindarkan dari kekalahan.

Tensi tinggi dari pertandingan ini membuat wasit Mike Dean mengeluarkan banyak kartu kuning. Entah berapa kali wasit itu mengacungkan kartu tersebut kebeberapa pemain. Ditambah ada sedikit insiden yang hampir melibatkan perkelahian diantaran pemain makin memanaskan pertandingan. Hanya satu yang rasanya masih kurang, kartu merahnya mana Sit?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s