Yogyakarta Trip 2017 [Day 3] – Eat, Chill, Ride, Repeat

We missed lunch that day. Saking serius dan takut nyasarnya jalan-jalan di kota yang asing, kami sampe lupa makan. Lupa sih enggak deh, cuma ya susah aja buat berhenti dan nyari makan. Lagipula kami juga sudah ada rencana untuk mengunjungi restaurant yang lagi hits di sana, you may guess, The House of Raminten. Kata Dita sih tempatnya ada dua, dan dia menyarankan untuk mengunjungi restonya yang ada di Malioboro. Tapi kami sudah kadung nurut sama Google Maps, jadilah kami berkunjung ke resto originalnya di jalan Faridan Muridan Noto No.7, Kotabaru.

Sampai sana parkir motor dan mobil tersedia sampai ke resto-resto sebelahnya. Begitu masuk area resto, kami kaget karena masih banyak orang yang kena waiting list. Sempet gentar dan mau mundur, tapi Asa menyarankan untuk bertanya dulu. Kebetulan disediakan petugas informasi dan pencatat waiting list-nya di sana. Setelah dapat info kalau untuk dua orang ngantrinya tidak banyak, kami langsung mendaftar. Tidak sampai 30 menit kami sudah dipanggil. Continue reading

Advertisements

Yogyakarta Trip 2017 [Day 3] – Strangers in the City

First world problem. Kenapa jika ada sesuatu hal yang membuat orang bahagia dan bisa menikmati hidup dengan sebenar-benarnya selalu terjadi dalam waktu singkat? I know it’s a retorical question, but why? Baru aja gue, Dita, dan Asa bersenang-senang dua hari, tau-tau kami sudah tiba di hari terakhir kami liburan di Yogyakarta (ya emang liburan lo aje kurang lama, neng).

Setelah semalaman berhaha-hihi saling ejek di kamar hotel sampe jam 1.30 pagi (oh girls!), tidak ada sama sekali niat bangun pagi dari kami. Mau berapa kali pun alarm hape menyala, kami lantas mematikannya dan kembali tidur sampai akhirnya Dita yang berinisiatif untuk bangun duluan karena dia sudah ditunggu temannya jam 10 pagi. Yep, we had to endure of losing our navigator, and she left us in confusion to choose destinations for the last full day in the city. Masih berteman dengan motor sewaan sembari mengakrabkan diri dengan jalanan kota Yogyakarta via Google Maps, akhirnya gue dan Asa memutuskan untuk berkeliling tempat wisata terdekat yang ada di pusat kota. Continue reading

MotoGP 2017 – Valencia GP Review

The MotoGP World Champion 2017, Marc Marquez – Credit to Twitter @motogp

Fortune Favours The Brave

Sungguh istilah tersebut bisa menjadi tagline pasca balapan MotoGP 2017 seri terakhir di Valencia rampung. Seri yang sekali lagi menjadi panggung penting dalam perebutan gelar Juara Dunia berhasil menyuguhkan permainan keberuntungan yang tidak semua orang menginginkan hal tersebut terjadi. Perlu diakui bahwa jauh sebelum balapan berlangsung Marc Marquez dan Andrea Dovizioso selaku pelakon vital di musim ini mempunyai kesempatan yang berat sebelah. Marquez datang dengan keunggulan 21 poin sementara Dovi tiba hanya dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah kemenangannya di Sepang, Malaysia dua pekan lalu. Marquez hanya perlu menyelesaikan balapan setidaknya diposisi 11 dan Dovi tidak punya pilihan lain selain menang untuk mengunci gelar. Mengingat apa yang terjadi di balapan sebelumnya, para penggemar sangat mengharapkan pertarungan sengit antara keduanya sebagai penentuan gelar seperti apa yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Namun apa yang terjadi pada hari Minggu ternyata sepenuhnya bergantung pada keberuntungan. Continue reading

Yogyakarta Trip 2017 [Day 2] – Hanging Out with Insanity

Dalam sejarah berpergian, gue cenderung sering bergonta-ganti partner. Konsep ‘yang penting ada temen’ menjadi pertimbangan buat jalan-jalan walaupun kenalnya belum begitu lama. Masing-masing dari mereka mempunyai alasan tersendiri kenapa gue menikmati perjalanan bersama, tidak terkecuali sama Dita dan Asa. Selain karena kami sobat kental yang sering hangout bareng, ada hal-hal yang gue nggak bisa dapat ketika gue jalan dengan teman-teman selain mereka yakni kegilaan kami ketika berpapasan dengan pria-pria ganteng.

Take one as an example when we came across one of the staff of Puri Pangeran Hotel where we stayed for three nights. Malam pertama kami sampai di Hotel disambut oleh pria berperawakan sedang, tidak terlalu tinggi, ganteng juga biasa aja, but he looks cute. Tipe-tipe wajah yang seharusnya biasa ditemui dijalanan kota Meksiko daripada di meja resepsionis salah satu hotel di kota Yogyakarta. Tentunya pas kami berinteraksi untuk mengurus pemberkasan hotel gue sama Asa yang sama-sama berada di meja resepsionis hanya bisa saling tatap dan membaca respon masing-masing. Kekaleman kami di depan Mas resepsionis itu langsung buyar tatkala kami keluar menuju kamar kami (area resepsionis dan kamar-kamar memang terpisah). Continue reading

Yogyakarta Trip 2017 [Day 1] – Mendaki Gunung Lewati Lembah

IT HAS BEEN FOUR YEARS.

Terakhir kali gue ke Yogyakarta itu di tahun 2013 saat gue dan teman-teman satu kelas dari kampus memutuskan untuk ‘ngabur’ setelah kami menyelesaikan tiga bulan penuh stres menjadi guru magang di sekolah-sekolah pilihan kami. Kunjungan pertama gue ke Yogya sebenarnya tahun 2005 ketika Karya Wisata SMP. Terhitung sudah dua kali mengunjungi Kota Pelajar dan tahun ini merupakan ketiga kalinya. Bosen? Nah. There are always reasons to go to Yogyakarta.

 

Kali ini gue pergi sama Dita dan Asa, my two best buddies from office. Alasannya sederhana, we’ve been friends for more than a year, but we’d never had a chance to go on a trip together. When I mean together, I mean the three of us karena selama nge-trip kalo nggak gue-Asa, gue-Dita, atau Asa-Dita. Yogya dipilih karena di tanggal yang sama Dita hendak main ke sana dan dia mengiyakan proposal gue dan Asa untuk ikut. We set the date, we bought the tickets, we waited for two months when we finally arrived on D-Day. But like people always say, nothing worth having comes easy. Let me take you a while back. Continue reading

Sehari Berkeliling Banjarharjo

Blog - IMG_4829

Sebagai penduduk kelahiran asli Brebes tidak banyak tempat wisata yang gue kenal dan kunjungi di tanah kelahiran gue tersebut lantaran hanya bisa pulang seminggu dalam setahun semenjak 2006 lalu. Boro-boro ke  Guci, Baturaden, atau Pantai Alam Indah, ke Pangebonan yang kata orang-orang lumayan deket aja gue belum sampai. Maklum desa kelahiran gue, Tiwulandu, yang ada di Kecamatan Banjarharjo terletak sekitar 50 KM dari pusat Kabupaten Brebes. Tidak banyak tempat wisata alam di sana karena wilayahnya kebanyakan dataran rendah. Namun ternyata belakangan daerah di sekitaran Banjarharjo pun mulai banyak tempat wisata baik itu berbentuk wisata alam maupun buatan manusia. Tiga hari setelah lebaran, gue berkesempatan mengunjungi tempat-tempat keren yang sebelumnya nggak pernah bisa gue jangkau yakni Jumbleng View, Waduk Malahayu, dan Cawiri. Berikut adalah ulasan dari beberapa tempat tersebut.

Continue reading

An Unplanned Visit to Waduk Penjalin

IMG_4662

Dari sebelum lebaran, Bapak sudah menawarkan mau jalan-jalan ke mana ketika lebaran menginjak hari ke dua. Ide gue dan Mamah sih pengen mengunjungi Guci yang ada di Tegal atau Baturaden yang terletak di Purwokerto. Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk ke Baturaden. Tadinya kami akan di-guide oleh salah satu sepupu gue, tapi dia membatalkan beberapa jam sebelum berangkat karena satu hal dan yang lainnya. Sementara tanpa sepupu gue, nggak ada yang tahu Baturaden itu jalannya kemana. Akhirnya dengan modal nekat dan Google Maps, kami berangkat jam 9 pagi dari rumah. Continue reading